Kategori
Pendidikan

Ayah Penjagamu, Ibu Peneduhmu

MEDIAPENELITI.COM – Sosok ayah, tentunya menjadi panutan bagi anak-anaknya, apalagi seorang anak laki-laki.

Mengidolakan menjadi seperti seorang ayah, yang mendidiknya dari kecil sampai mengenal dunia.

Tidak ada model lain yang bisa dicontoh oleh seorang anak, selain ayahnya.

Ayah menjadi role model dalam hidup anak, bahkan kesuksesan anak tidak jauh dari peran orang tua, baik ayah maupun ibu.

Ayah sangat terlibat pada proses pengasuhan anak, seperti yang dikemukakan Garbarino dan Benn (1992).

Bahwa pengasuhan merupakan suatu perilaku yang pada dasarnya mempunyai kata-kata kunci yaitu hangat, sensitif, penuh penerimaan, bersifat resiprokal, ada pengertian dan respon yang tepat pada kebutuhan anak.

Tidak mungkin keberhasilan anak tidak ada peran ayah maupun ibu, keduanya memiliki peranan penting.

Mereka berdua telah memberikan kehidupan, jika mereka berdua tidak berperan, bisa saja Anda setelah lahir diberikan pada panti asuhan dan hidup sendiri.

Ayah penjagamu, ibu peneduhmu.

Apakah ada orang lain yang akan peduli padamu selain kepeduliaan seorang ayah pada dirimu, ataupun seorang ibu ?

Ketika semua manusia pergi darimu, adakah yang rela tinggal bersamamu selain orang tuamu ?

Tidak ada bukan ?

Meski posisi ayah diurutan ke empat dalam posisi harus dipatuhi oleh seorang anak, namun banyak hal juga ayah bisa menjadi urutan pertama.

“ibumu,ibumu,ibumu, ayahmu,” tentunya Anda sering mendengar hal ini baik pada khutbah dan kajian agama.

Meski pada posisi keempat, ayah orang pertama langsung bereaksi jika kamu mengalami sesuatu hal yang tidak menyenangkan.

Ia juga orang paling sabar dan tabah menerimamu, tentunya ibu juga memiliki demikian.

Namun ayah dengan ciri khas seorang prianya mampu mengubah suasana gundah menjadi lebih tentram.

Jangan Marah jika Ayah Menasehatimu

Tentunya seorang ayah menasehati untuk kebaikan, untuk perubahan.

Tidak ada nasehat yang buruk dari orang tua kepada anaknya.

Tidak ada orang tua ingin anaknya tidak berhasil dalam hidup.

Semua orang tua ingin anaknya berhasil, baik di dunia, maupun di akhirat kelak.

Ayah maupun ibu tidak ingin apapun pada dirimu, mereka hanya ingin dirimu berhasil.

Kamu membanggakan mereka adalah nilai lebih, pun jika kamu tidak berhasil, kamu tetap menjadi anaknya.

Mungkin sebagian besar orang sebal ketika orang tua menasehati, merepeti atau semacamnya. Itu semua ada tujuan, untuk menjadi pembelajaran.

Siapa yang tidak kesal selalu dinasehati perkara yang sama berulang-ulang.

Wajar jika mereka marah atau merepetimu, tujuannya agar kamu berubah dan menjadi anak berbudi pekerti baik.

Ayah adalah teman diskusi yang baik

Diskusi dengan orang tua khususnya Ayah, Anda akan menemukan jawaban yang objektif.

Anda percaya ?

Coba saja berdiskusi dengan ayah mengenai kehidupanmu.

Jawaban dari ayah sangat objektif, jika berselisih dengan pihak lain dan kamu tidak tahu harus berdiskusi pada siapa, temuilah ayahmu dan bercerita padanya.

Apapun perkara akan Anda temukan jawabannya pada sosok seorang ayah.

Apapun masalahmu, yang menjadi perkara sekarang adalah jika kamu tidak mau berbicara dengan mereka berdua, menceritakan isi kepalamu yang menganggu.

Ceritakan pada mereka apapun, apalagi prestasi yang kamu toreh.

Mungkin ayah tidak membanggakan kamu langsung, namun percayalah hati mereka bangga dengan segala prestasimu.

Kadang ungkapan cinta yang paling murni adalah dari tindakan dan dari sebuah doa.

Terbukti, hampir rata-rata orang tua tidak mengeluarkan kata-kata menyayangi pada anak, namun tindakan mereka tidak ada yang mampu menyaingi kemurniannya.

Mulailah bercerita dengan mereka jika Anda selama ini tidak bercerita.

Jika Anda telah terbiasa memendamnya, maka coba utarakan dan buang segala ego dan rasa gengsi pada orang tua.

Kelak kamu akan merindukan berbicara dengan orang tua

Hampir semua anak-anak merindukan sosok ayah maupun ibu ketika mereka berdua telah diambil Allah SWT.

Seorang anak yang telat sadar betapa berpengaruhnya doa orang tua pada dirinya akan merasakan.

Berbeda jauh hidup penuh dengan doa dan restu orang tua daripada hidup tanpa mereka berdua.

Bisa saja ketika sudah dijadwalkan engkau celaka, dengan doa orang tua meminta agar dirimu selalu dijauhkan dari segala marabahaya, akhirnya dirimu selamat.

Bisa saja ketika dirimu sudah ditakdirkan mengalami kerugian besar, namun berkat doa orang tua engkau mendapat keuntungan besar.

Karena doa orang tua ingin engkau selalu senang dalam hidup.

Lalu bagaimana jika mereka sudah tiada ?

Apakah ada manusia setulus mereka berdua mendoakanmu ?

Adakah manusia lain semurni dan sebening embun pagi mencintaimu selain orang tuamu ?

Tidak ada, engkau tidak akan mendapatkannya, meskipun engkau mencari ke sudut dunia manapun, engkau tidak akan menemukannya.

Manfaatkan waktu selagi mereka ada

Pergunakan waktumu untuk membahagiakan mereka, tidak mesti engkau selalu berada di sisi mereka.

Kamu hanya perlu menjadi orang berhasil, sehingga mereka berdua bangga pada dirimu.

Mereka tidak perlu uangmu, tidak perlu apapun darimu, mereka hanya ingin melihatmu berhasil dalam hidup.

Maka, cobalah berusaha lebih keras untuk kedua orang tuamu.

Bukan untuk orang lain, tidak ada yang membahagiakan mereka selain keberhasilanmu pada dunia yang engkau pilih. (Syamsul Azman)

Oleh admin

Anda bisa terhubung dengan kami di Instagram @mediapeneliti

Satu tanggapan untuk “Ayah Penjagamu, Ibu Peneduhmu”

Ya, benar sangat. Ayah penjaga dan panutan bagi anak anaknya. Bahkan beliau rela mempertaruhkan nyawanya demi kebagiaan anaknya.

Sukses selalu azman. Tulisannya sangat sangat bermanfaat,,

Ditunggu tulisan selanjutnya ya,

Tinggalkan Balasan