Kategori
Pendidikan

Bahaya Sikap Pesimis dan Meninggi Diri

MEDIAPENELITI.COM – Bahaya sikap pesimis dan meninggi diri. Sikap terlalu pesimis (inferiority complex) dan sikap meninggi diri (superiority complex), keduanya adalah sindrom psikologi yang mengganggu alam bawah sadar manusia.

Mengenal sindrom inferiority complex

Hati-hati jika sudah terkena sindrom inferiority complex. Pasalnya, Anda akan melihat semua orang di sekeliling Anda lebih keren dan lebih segalanya daripada Anda.

Namun, alih-alih memicu diri untuk berusaha menjadi lebih baik, Anda malah semakin membenamkan diri kedalam kekecewaan dan putus asa. Berujung, potensi Anda pun tumpul karena tidak diasah tajam.

Lihat saja diri Anda sekarang. Sudah berapa kali dalam seumur hidup Anda telah membanding diri dengan orang lain? Mungkin hampir setiap hari.

Katakan saja membandingkan siapa yang lebih sukses. Melihat postingan selebram travelling misalnya; lalu muncul kata-kata seperti, “dia mah beda, keluarganya orang kaya. Mau keliling dunia bisa kapan saja”.

Ketika teman Anda lulus kuliah dengan IPK tertinggi misalnya; lalu anda katakan begini, “elu enak, elu kan pinter. Nah gua bisa apa.. Udah lima tahun kuliah kagak kelar-kelar.” dannnn berlarut-larutlah sehingga tanpa sadar anda telah pun meremehkan potensi yang Anda punya.

Salah siapa coba? Nah benar, salah sendiri!

Dampak sindrom inferiority complex terhadap perkembangan diri

Apa yang akan terjadi jika Anda telah diserang sindrom inferiority complex atau sikap pesimis berlebihan ini? Terus terang saja, Anda akan terus menerus dikalahkan.

Orang-orang akan meninggalkan Anda, dan pada akhirnya Anda tidak bisa apa-apa. Adapun di dunia karir, Anda akan menjadi orang terakhir untuk diberi amanah pada posisi paling rendah sekalipun. (Mungkin karena kasihan)

Sadis? Iya. Bayangkan saja jika Anda terus menghindar dari setiap tantangan dan peluang yang datang dengan memberi alasan; “aku masih baru, aku belum bisa melakukan itu”, “aku belum pernah coba. Pasti ribet. Aku takut…”

Jika sudah begitu, siapa yang akan memberi kepercayaan pada Anda?  Jangan mimpi, tidak akan ada.

Apa itu sindrom superiority complex?

Bagimana pula dengan superiority complex atau perasaan meninggi diri? Superiority complex adalah memiliki perasaan percaya diri yang tinggi, bahkan ia bisa menjadi penentu nilai competitiveness Anda.

Tidak akan kalah saing apabila Anda dapat menilai kemampuan diri dengan baik. Sadar akan kemampuan diri membuat rasa percaya diri Anda semakin tinggi dan seolah sudah pada posisi aman.

Hanya saja, tanpa sadar rasa percaya diri yang tinggi bisa terseret dalam comberan superior complex apabila Anda sudah mulai merasa diri ini lebih hebat dari orang lain. Lebih penting dari orang lain.

Al hasil, timbul rasa sombong, angkuh dan adiguna dalam diri Anda. Na’uzubillah.

Berhadapan dengan sindrom psikologi akut vs ketahanan diri

Salah besar jika Anda mengira bahwa inferiority complex terjadi pada orang dengan potensi yang rendah sementara superiority complex hanya menyerang orang dengan kemampuan yang luar biasa.

Meski tak semua manusia punya kapasitas yang sama, namun yang perlu Anda garis bawahi adalah; semua manusia punya kapasitas masing-masing.

Besar atau kecil pencapaian Anda saat ini seharusnya menjadi kayu ukur untuk perbaikan diri kedepan. Bukan untuk pamer, tidak untuk sombong, apalagi sampai menjatuhkan makhluk inferior tadi.

Jika pernah membaca buku “No Limits” karya John C. Maxwell, mungkin Anda masih ingat pesan penting penulis; “Begitu Anda menyingkirkan katup penyumbat kapasitas, hidup Anda akan lebih sukses dan bahagia”.

Nah, mulai hari ini mari singkirkan saja kedua sindrom psikologis kompleks akut yang mungkin gejalanya ada pada Anda, dan hanya fokus pada pengembangan kapasitas, bukan kekurangan diri.(Mediapeneliti.com/Fatimah Zuhra)

Tinggalkan Balasan