Kategori
Tips

Berbicara Seperti Bercerita Tips Ampuh Mencuri Perhatian Pendengar dan Sukses Wawancara

MEDIAPENELITI.COM – Pembahasan kali ini yakni berbicara seperti bercerita, mengapa ini menjadi tips ampuh ! mau tahu ? yuk simak baik-baik agar bisa lebih mahir mencuri perhatian dari orang lain. 


Dalam buku ‘Bicara itu Ada Seninya’ karangan Oh Su Hyang, tertulis “Saat diminta berbicara, berceritalah,”.

“Beri tahu kelebihanmu, gunakan angka,”.

“Setelah diterima bekerja, selesaikan sesuai target waktu,”

“Menggunakan suara yang jelas dan lantang,”. 

Hal-hal di atas merupakan cara memperkenalkan diri saat wawancara. Sebuah pengetahuan penting yang tidak boleh dilupakan. Namun ada yang lainnya yakni ‘Storytelling’.  

Kesalahan Wawancara 


Ada satu kesalahan biasanya dilakukan saat wawancara, yaitu sibuk menyebutkan spesifikasi diri. Bisa dipahami bahwa Anda ingin memberitahukan kelebihan Anda sebanyak mungkin dalam waktu singkat.

Namun, jika tidak terlalu luar biasa, akan sulit menemukan perbedaan Anda dengan kandidat lainnya, oleh sebab itu, diperlukan storytelling.

 
Mengapa harus bercerita ? 


Sebab dengan bercerita, Anda bisa menyentuh hati seorang pendengar dengan kisah-kisah menarik dan membuat pendengar bisa membayangkan lansung yang Anda ceritakan. 


Apa itu Storytelling ?


Storytelling adalah salah satu cara berbicara yang efektif, tidak hanya untuk wawancara, tetapi untuk segala macam kegunaan Anda bisa mempergunakan storytelling ketika berhubungan dengan orang lain. 


Jika Anda tahu sejarah roti bagel, roti berbentuk seperti cincin seukuran telapak tangan, dibuat dari adonan tepung terigu dan ragi yang direbus di dalam air sebelum dipanggang. Bagian dalam mempunyai tekstur yang padat dan kenyal dengan bagian luar berwarna coklat muda. 


Ada sebuah kisah tentang roti bagel sehingga cerita roti ini dikenal sampai saat ini. Konon ada seorang tukang roti berkebangsaan Jerman yang memiliki istri seorang Yahudi. 


Suatu hari, sang istri ditangkap oleh tentara Nazi dan dimasukkan ke penjara. Lelaki tadi menyusup bekerja ke dapur pembuatan roti di dalam penjara untuk menyelamatkan istrinya. Kepala penjara mengakui bakatnya yang luar biasa dan mengizinkannya menghabiskan satu malam bersama istrinya. 


Menjelang pertemuan, ia membuatkan roti kesukaan istrinya. la hanya memberi sedikit ragi, agar roti itu keras dan tidak terlalu mengembang sehingga saat memakan satu roti sudah kenyang. 


Lalu ia membuat lubang besar pada roti itu agar bisa dijalin tali dan mengikatnya pada leher istrinya.  Hal itu dilakukan agar roti-roti tersebut tidak dicuri olen orang lain. Keduanya berjanji untuk bertemu lagi sebelum roti terakhir habis. Namun, mereka tidak dapat bertemu lagi untuk selamanya. 


Karena kejadian tersebut, pria ini pulang ke kampung halaman, jika merindukan istri, ia akan membuat roti bagel, sampai kisahnya diketahui orang lain dan terkenal di seluruh dunia. 


Namun sebenarnya kisah roti bagel ini hanya dongeng semata, atau hanya sebagai bahan cerita. Karena unsur dari cerita itu sangat menyentuh, cerita ini dikenal sampai saat ini. 

Berbicara seperti bercerita sangat membantu Anda jika ingin menyampaikan pesan lebih diingat oleh pendengar. Jika Anda ingin menjadi seorang pembicara yang hebat, maka Anda butuh latihan storytelling.

 
Storytelling adalah sebuah cara yang sangat bagus jika diterapkan dalam dunia mengajar, bisnis, wawancara atau pada kehidupan sehari-hari. 


Unsur Storytelling 


Untuk bisa berbicara seperti bercerita, ada beberapa unsur yang perlu diperhatikan, yaitu : 


Tema 

Gunakan tema yang mudah diingat dan penuh emosional. Cerita-cerita dengan emosional akan lebih diperhatikan oleh pendengar. Seperti dongeng-dongeng dan kisah zaman dahulu yang belum tentu benar keasliannya, namun cerita-cerita itu turun temurun diceritakan dan memiliki nilai moral yang baik bagi anak-anak. 


Konflik 

Semakin berat konflik, maka cerita akan semakin menarik. Namun jangan lupakan klimaks, jika ada konflik maka harus ada klimaks agar cerita tidak mengantung. 


Seperti kisah yang diceritakan sebelumnya, mengenai roti bagel. Konfliknya suami tidak bisa bertemu karena ada sesuatu hal pemisah hubungan mereka. Klimaknya adalah suaminya harus terpisah selamanya dan jika rindu akan membuat roti bagel. 


Simpati

Berceritalah yang membuat simpati, bawa pendengar agar bisa merasakan berada diposisi yang Anda ceritakan, Anda bisa mengatakan kepada pendengar, “Coba kisah ini terjadi disekitar kita, atau bahkan diantara kita ada yang mengalami,” buatlah pendengar bersimpati pada cerita Anda. 
Jika ia telah bersimpati, maka ia akan memberikan fokusnya kepada Anda, tanpa melewatkan satupun kata dari mulut Anda. 


Solusi

Tahap akhir, buatlah sebuah solusi dari cerita Anda, sama seperti kisah roti bagel, ketika seorang suami merindukan istrinya, maka ia akan membuat roti bagel, ini adalah solusi dari keseluruhan cerita. 


Faktor Tambahan 


Setelah memahami beberapa unsur di atas, ada faktor tambahan yang bisa digunakan untuk berbicara seperti bercerita agar berhasil. yaktu faktor pembalikan. 


Jika cerita mudah ditebak, maka pendengar akan bosan mendengar cerita Anda, berusahalah membuat alur yang sulit ditebak, faktor pembalikan ini untuk kejutan bagi para pendengar. 


Jika Anda bercerita tidak bisa ditebak oleh pendengar, maka pendengar penasaran dan memancing pendengar untuk fokus mendengarkan cerita Anda.

 Berikan Alasan 


Agar cerita Anda lebih hidup, berikan alasan dari cerita-cerita Anda. Alasan tersebut bisa dengan memperlihatkan bukti-bukti, atau Anda bisa menganalogikan cerita Anda dengan cerita lain. 


Sebuah storytelling harus memiliki alasan, karena dengan adanya alasan, pembicaraan serius dan benar pun akan terlihat seperti tidak berdasar. 
Jadi dengan memahami storytelling, maka Anda akan mudah menganggukan kepada pendengar, karena yang ucapan yang keluar dari mulut Anda telah dipercayai olehnya bukanlah sebuah kebohongan. 


Demikian tips berbicara seperti bercerita, tips ampuh mencuri perhatian pendengar dan sukses wawancara. (Mediapeneliti.com/Syamsul Azman)

https://www.instagram.com/p/CBXr9QpDCM5/

Oleh admin

Anda bisa terhubung dengan kami di Instagram @mediapeneliti

Tinggalkan Balasan