Kategori
Pendidikan

Biografi Imam Bukhari, Imam Hadist Dengan Kekuatan Hafalan Diakui Banyak Ulama 

MEDIAPENELITI.COMNama Imam Bukhari tidak asing lagi bagi umat muslimin, jika disebut nama tersebut, umat Islam langsung terpikir bahwa beliau Imam Hadist. Imam Bukhari juga sebagai penulis kitab Sahih al-Bukhari, yang dijadikan rujukan kedua setelah Al-Quran.
Hadist sebagai salah satu sumber ajaran Islam banyak mengalami kontroversi baik dari kalangan muslim maupun non muslim.  Sebagian menolak menerima hadist dengan dasar argumen hadist dibukukan dua abad setelah Rasulullah SAW wafat.
Waktu yang cukup lama sehingga mendapatkan perubahan lafaz serta makna hadist. 
Rata-rata ulama sepakat, kodifikasi hadis ini terjadi pada masa Khalifah Umar bin Abdul Aziz, memerintah pada tahun 99-101 H. 
Biografi Imam Bukhari, Imam Hadist Dengan Kekuatan Hafalan Diakui Banyak Ulama.
Sumber Foto : almunawwirkomplekq

Biografi Imam Bukhari 

Abu Abdillah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin al-Mughirah al-Ju’fi adalah nama lengkap Imam Bukhari. Beliau dilahirkan hari Jumat 13 Syawal 194 H di Bukhara.
Ayah Imam Bukhrari adalah seorang ulama hadist pula yang berguru pada sejumlah ulama termasyhur, seperti Malik bin Anas, Hammad bin Zaid dan Ibn Mubarak. 
Imam Bukhari mulai belajar hadist pada usia masih sangat remaja, bahkan belum mencapai usia sepuluh tahun. Sebelum mencapai usia 16 tahun, Bukhari telah berhasil menghafalkan beberapa buah buku ulama, seperi Ibn Mubarak, Waqi’ dan lain-lain. 
Beliau tidak hanya menghafal matan hadis atau buku-buku ulama terdahulu, tetapi juga mengenal betul biografi para perawi yang mengambil bagian dan penukilan sejumlah hadist, baik data tanggal dan tempat lahir, tanggal dan tempat meninggal dan sebagainya.
Beliau menetap di Hijaz selama enam tahun untuk mempelajari hadist dan mengembara ke Baghdad.
Suatu saat ulama Baghdad menguji kekuatan daya hafalan Imam Bukhari, yang konon pada waktu itu kemasyhuran hafalannya disadari banyak ulama. 
Mereka menunjuk sepuluh ulama untuk menguji hafalan Bukhari. 
Setiap ulama tersebut mengganti sanad hadist satu dan menempatkannya pada hadist lain secara acak pada matan yang berbeda. 
Satu demi satu ulama menyampaikan pertanyaan dan setelah semuanya selesai membacakan dan menyampaikan pertanyaan, Imam Bukhari secara sistematis menerangkan sanad yang tepat untuk matan hadist yang mereka bacakan dan tanyakan. 
Pada masa akhir hidupnya, Imam Bukhari banyak mengalami kekerasan dan dipaksa oleh pemerintah untuk meninggalkan negaranya.
Pada tahun 256 H, tepatnya tanggal 30 Ramadhan (Malam Idul Fitri), Imam Bukhari meninggal dunia. Beliau wafat di daerah Khirtand, yaitu suatu daerah tidak jauh dari Samarkand, Uzbekistan. 

Guru-Guru Imam Bukhari

Imam Bukhari belajar dan mengambil hadist dari sejumlah ulama dari berbagai daerah.
Guru Imam Bukhari dari Mekkah adalah : 
  • Abu al-Walid Ahmad bin Muhammad al-Azraqi, 
  • Abdullah bin Yazid al-Muqri,
  • Ismail bin Salim al-Saig dan
  • Abu Bakar al-Humaidi Abdullah bin al-Zubair al-Qurasyi. 
Guru Imam Bukhari dari Madinah :
  • Ibrahim bin Mundzir al-Hazami, 
  • Mutraf bin Abdullah bin Hamzah, 
  • Abu Tsamit Muhammad bin Abdillah, 
  • Abdul Aziz bin Abdillah dan Yahya bin Qaz’ah. 
Guru Imam Bukhari dari Baghdad :
  • Muhammad bin Isa al-tiba’i, 
  • Muhammad bin Sabiq, 
  • Suraih dan 
  • Ahmad bin Hambal.
Ada juga yang menyebutkan Imam Bukhari setiap kali singgah di sebuah kota menyempatkan belajar kepada guru-guru yang ada di kota tersebut. 

Kitab Tulisan Imam Bukhari

Imam Bukhari menulis banyak kitab dalam berbagai disiplin ilmu. 
Namun yang terbanyak adalah kitab-kitab yang terkait dengan kajian hadist. 
Karya beliau yang paling masyhur adalah Sahih Bukhari. Judul lengkap kitab ini adalah al-jami’ al-Musnad al-Sahih al-Mukhtasar min Umur Rasulillah wa Sunnatihi wa Ayyamihi. 
Kitab karya Imam Bukhari lainnya adalah sebagai berikut: 
  • Qadaya al-Sahabah,
  • Raf’al Yadain, 
  • al-Tafsir al-Kabir, 
  • al-Musnad al-Kabir, 
  • Tarikh Saghir, 
  • Tarikh Ausat, 
  • Tarikh Kabir, 
  • al-Adab al-Mufrad, 
  • Birr al-Walidain,
  • al-Du’afa, 
  • al-Jami’ al-Kabir,
  • al-Asyribah Asma’ al-Sahabah, 
  • al-Wuhdan, 
  • al-Mabsut,
  • al-‘Ilal, 
  • al-Kuna, al-Fawa’id. 
Demikian pembahasan mengenai Biografi Imam Bukhari, Imam Hadist Dengan Kekuatan Hafalan Diakui Banyak Ulama. 
Sebagai generasi melenial dan generasi Z, kita harus mengetahui hal ini, karena beliau salah satu tokoh Islam yang sangat berpengaruh bagi umat muslimin. (Mediapeneliti.com/Syamsul Azman)

Satu tanggapan untuk “Biografi Imam Bukhari, Imam Hadist Dengan Kekuatan Hafalan Diakui Banyak Ulama ”

Tinggalkan Balasan