Kategori
Pendidikan

Cara Penyusunan Tesis Mahasiswa Strata Dua Metode Kualitatif

MEDIAPENELITI.COM – Cara penyusunan Tesis Mahasiswa Strata Dua (S2) sebenarnya hampir sama seperti penyusunan Skripsi bagi mahasiswa Strata Satu (S1).

Namun, dari segi pendalaman, tentu penyusunan Tesis lebih mendalam dan butuh perhatian ekstra.

A. Pengertian Tesis

Tesis adalah nama karya tulis ilmiah mahasiswa program magister (S2) yang ditulis secara terbimbing dan menjadi syarat untuk memperoleh gelar magister (S2) pada institusi perguruan tinggi.

Sebuah Tesis harus memenuhi kriteria sebagai berikut:

  1. Merupakan karya ilmiah yang menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam pengembangan dan penerapan teori dalam bidangnya.
  2. Mempunyai nilai manfaat yang tinggi untuk pengembangan teori dan atau praktik dalam bidang pendidikan maupun non-pendidikan.
  3. Memberikan berbagai alternatif pemecahan masalah yang berkembang di tengah-tengah masyarakat.
  4. Dilakukan secara terbimbing.
B. Sistematika Proposal Penelitian Kualitatif

Bagian Awal:

Halaman Judul/Sampul Luar. (Contoh: lihat lampiran 1).

Nota Persetujuan Pembaca Proposal. (Contoh: lihat lampiran 2).

Daftar Isi Proposal

Bagian Utama:

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Permasalahan penelitian perlu disampaikan pada Latar Belakang Masalah.

Masalah merupakan penyimpangan antara yang diharapkan dengan yang terjadi, penyimpangan antara teori dengan praktek, penyimpangan antara aturan dengan pelaksanaan, penyimpangan antara tujuan dengan hasil yang dicapai, dan penyimpangan antara pengalaman masa lampau dengan yang terjadi.

Dalam latar belakang masalah ini perlu dikemukakan gambaran keadaan yang sedang terjadi, selanjutnya dikaitkan dengan peraturan/kebijakan, perencanaan, tujuan, teori, pengalaman, sehingga terlihat adanya kesenjangan yang merupakan masalah.

Masalah yang dikemukakan dalam bentuk data, bisa diperoleh dari studi pendahuluan, dokumentasi laporan penelitian, atau pernyataan orang-orang yang dianggap kredibel dalam media baik media cetak maupun elektronika.

Penelitian juga tidak harus berangkat dari masalah, tetapi dari potensi.

Potensi tersebut dapat berkembang menjadi masalah karena potensi tersebut tidak dapat didayagunakan.

Setelah masalah yang dikemukakan belum dapat diatasi, dan mungkin ada potensi yang belum dapat didayagunakan, maka perlu dilakukan penelitian.

Jadi dalam latar belakang masalah ini intinya berisi tentang jawaban atas pertanyaan, mengapa perlu dilakukan penelitian

B. Fokus Penelitian

Pada penelitian kualitatif, penentuan fokus berdasarkan hasil studi pendahuluan, pengalaman, referensi, dan disarankan oleh pembimbing atau orang yang dipandang ahli.

Fokus dalam penelitian ini juga masih bersifat sementara dan akan berkembang setelah peneliti di lapangan.

C. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah dan fokus penelitian tersebut, selanjutnya dibuat rumusan masalahnya.

Rumusan masalah merupakan pertanyaan penelitian, yang jawabannya dicarikan melalui penelitian.

Rumusan masalah ini merupakan panduan awal bagi peneliti untuk penjelajahan pada obyek yang diteliti.

Rumusan masalah dalam penelitian kualitatif tidak berkenaan dengan variabel penelitian, yang bersifat spesifik, tetapi lebih makro dan berkaitan dengan kemungkinan apa yang terjadi pada obyek/situasi sosial penelitian tersebut.

D. Tujuan Penelitian

Secara umum tujuan penelitian adalah untuk menemukan, mengembangkan, dan membuktikan pengetahuan.

Sedangkan secara khusus tujuan penelitian kualitatif adalah untuk menemukan.

Menemukan berarti sebelumnya belum pernah ada atau belum diketahui.

Dengan metode kualitatif, maka peneliti dapat menemukan pemahaman luas dan mendalam terhadap situasi sosial yang kompleks, memahami interaksi dalam situasi sosial tersebut sehingga dapat ditemukan hipotesis, pola hubungan yang akhirnya dapat dikembangkan menjadi teori.

Tujuan penelitian dalam proposal penelitian kualitatif juga masih bersifat sementara, dan akan berkembang setelah peneliti berada di lapangan.

E. Manfaat Penelitian

Setiap penelitian diharapkan memiliki manfaat.

Manfaat tersebut bisa bersifat teoritis, dan praktis. Untuk penelitian kualitatif, manfaat penelitian lebih bersifat teoritis, yaitu untuk pengembangan ilmu, namun juga tidak menolak manfaat praktisnya untuk memecahkan masalah.

Bila peneliti kualitatif dapat menemukan teori, maka akan berguna untuk menjelaskan, memprediksikan, dan mengendalikan suatu gejala.

H. Kerangka Teori

Kerangka teori adalah dasar-dasar operasional dalam penelitian.

Dengan demikian, ia berfungsi menuntun peneliti memecahkan masalah penelitiannya.

Dengan demikian, kerangka teori diperlukan sebagai pegangan pokok secara umum dalam suatu penelitian dan akan memandu ke arah mana penelitian berakhir.

Lebih lanjut, melalui kerangka teori, dapat ditentukan unit-unit analisis akademis dan hubungan antara kategori yang ditemukan dalam penelitian.

Lebih lanjut, menurut Soerjono Soekanto, terdapat beberapa kegunaan kerangka teori, yaitu:

  1. Teori tersebut berguna untuk mempertajam atau lebih mengkhususkan fakta yang hendak diselidiki atau diuji kebenarannya.
  2. Teori sangat berguna dalam mengembangkan sistem klasifikasi fakta, membina struktur konsep-konsep, serta mengembangkan definisi-definisi.
  3. Teori biasanya merupakan suatu ringkasan daripada hal hal yang telah diketahui serta diuji kebenarannya yang menyangkut objek yang diteliti.
  • Teori memberikan kemungkinan pada prediksi fakta mendatang.
  • Teori memberikan petunjuk-petunjuk terhadap kekurangan kekurangan pada pengetahuan peneliti.

I. Metode Penelitian

  • Metode dan alasan menggunakan metode kualitatif

Dalam hal ini perlu dikemukakan, mengapa metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Pada umumnya alasan menggunakan metode kualitatif karena, permasalahan belum jelas, holistik, kompleks, dinamis, dan penuh makna sehingga tidak mungkin data pada situasi sosial tersebut dijaring dengan metode penelitian kuantitatif dengan instrumen seperti test, kuesioner, pedoman wawancara. Selain itu, peneliti bermaksud memahami situasi sosial secara mendalam, menemukan pola, hipotesis, dan teori.

  • Tempat penelitian (bila perlu)

Dalam hal ini perlu dikemukakan tempat di mana situasi

sosial tersebut akan diteliti. Misalnya di sekolah, di perusahaan, di lembaga pemerintah, di jalan, di rumah, dan lain-lain.

  • Sumber Data

Pada bagian ini disebutkan sumber data yang digunakan, baik terkait dengan sumber primer maupun sumber sekunder.

  • Teknik pengumpulan data

Pada bagian ini dikemukakan teknik pengumpulan data. Teknik pengumpulan data yang utama adalah observasi, wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan gabungan ketiganya atau triangulasi. Perlu dikemukakan kalau teknik pengumpulan datanya dengan observasi, maka perlu dikemukakan apa yang diobservasi, kalau wawancara, kepada siapa akan melakukan wawancara.

DAFTAR KEPUSTAKAAN

Bagian Akhir

Tinggalkan Balasan