Kategori
Tips

Lawan Terbesarku adalah Diriku Sendiri

MEDIAPENELITI.COM – Lawan terbesarku adalah diriku sendiri, hal demikian benar adanya karena tidak pantas seseorang berusaha mengalahkan orang lain tanpa mengenal dirinya sendiri.

Dengan mengenal diri sendiri terlebih dahulu, maka akan memudahkan seseorang dalam bersikap, namun yang demikian ini jarang dipahami manusia jika tidak melakukan perenungan mendalam.

Kerap, seseorang hanya bisa melihat kekurangan orang lain dan berusaha mengubah sikap orang lain tanpa berusaha mengubah sikapnya sendiri.

Ibarat kata, orang tersebut bisa melihat tahi lalat orang lain dari jarak lima meter, namun ia tidak sadar kakinya sedang memijak taik kerbau.

Sederhananya adalah lawan manusia bukan manusia lain, namun dzat yang ada dalam diri manusia, itulah lawan manusia yang sebenarnya dan musuh terbesar manusia.

Dalam tubuh manusia, banyak hal yang tidak dikenal dengan baik, ada sombong di situ, ada sifat gelap dan sebagainya.

Kedalaman air bahkan manusia bisa melakukan pengukuran, namun kedalaman jiwa manusia tidak ada yang sanggup untuk mengukurnya.

Hal demikian menjadi wajar, karena tidak mudah mendalami diri sendiri apalagi berusaha menerimanya dengan berlapang dada.

Terima Diri Apa Adanya

Hal yang paling dasar adalah menerima diri apa adanya, misalnya wajah pas-pasan, atau tubuh Anda tidak ideal, atau lebih kasarnya Anda memiliki kekurangan fisik, terima itu dan jangan berupaya mengubah pemberian Tuhan pada dirimu.

Kecuali memang Anda mengalami kecelakaan dan mengubah bentuk tubuh, sehingga proses pengobatan bukan berarti mengingkari penciptaan Tuhan.

Manusia juga butuh berikhtiar untuk melakukan pengobatan dan mencari kesembuhan jika mengalami musibah.

Intinya menerima apa adanya diri Anda, tidak merasa kecewa dengan bentuk tubuh apalagi sampai tidak mengerjakan apapun, karena manusia diciptakan tentu memiliki tujuan.

Mengenai apa tujuannya? Jawaban itu hanya Anda sendiri yang bisa menjawabnya.

Karena dengan menerima diri apa adanya, berarti Anda telah bersahabat dengan diri sendiri dan tidak merasa sedih jika sewaktu-waktu ada mulut busuk berbicara tentang fisik Anda.

Memaafkan Diri Anda

Jangan menghukum diri sendiri dengan kesalahan yang pernah Anda lakukan pada masa lalu.

Sebagian orang menghukum dirinya sendiri karena melakukan kesalahan pada masa lalu sampai dirinya terkenang sepanjang masa akan kesalahannya tersebut.

Hal demikian sebenarnya tidak pantas dilakukan karena hanya membuat diri tidak maju dan merasa khawatir dengan kesalahan lain.

Padahal, kesalahan perlu bagi manusia, agar mengerti akan kebenaran.

Manusia tidak akan mengenal kebenaran bila tidak pernah melakukan kesalahan.

Maka, jadikan kesalahan masa lalu sebagai landasan dalam bersikap dan tidak melakukan kesalahan lain ke depan.

Kesalahan memang tidak bisa diperbaiki, sekuat apapun berusaha, kesalahan tersebut sudah tertulis dan mustahil untuk dihapus.

Maka, yang perlu dilakukan adalah berbuat baik ke depannya dan tidak berbuat kesalahan kembali yang sama pada masa mendatang.

Musuhmu adalah Dirimu Sendiri

Jangan mengira musuhmu adalah orang lain, karena musuhmu adalah dirimu.

Ada nafsu, ada ambisi, ada keinginan besar sampai menghalalkan segala cara untuk mengapainya.

Keadaan jiwa demikian sebenarnya musuhmu, bukan orang lain yang berada di sekitarmu.

Jika Anda telah berhasil mengesampingkan semua  itu, baik nafsu, ambisi dan keinginan terlalu besar, maka kedamaian akan segera Anda miliki, Anda tidak akan merasa dikejar dunia karena semua perkara berkaitan dengan dunia telah Anda kecilkan.

Bahaya Mager

Sikap ini banyak dimiliki manusia, malas melakukan sesuatu dan hanya ingin bersantai di tempat tidur.

Bukan hanya Anda, banyak kok di luar sana yang memilikii sikap demikian.

Padahal Anda sendiri sudah tahu, waktu tidak akan pernah kembali, ia akan terus berlanjut dan usia Anda akan semakin menua.

Tentu, seseorang yang peduli dengan hidupnya tidak akan membiarkan waktunya berlalu sia-sia tanpa adanya kemajuan yang dibuat.

Maka ingatlah, ketika Anda mager, maka Anda membuang waktu Anda sia-sia.

Mager jangan disamakan dengan istirahat ya, sebab beda pembahasan mager dengan istirahat.

Istirahat dilakukan setelah beberapa saat bekerja maupun beraktifitas, sehingga ia bututh istirahat untuk mengembalikan tenaga, buka berarti istirahat sepanjang waktu, karena jatuhnya pada sifat malas, bukan istirahat.

Penutup

Anda semestinya mengenal diri Anda sendiri sebelum berusaha mengenal orang lain.

Anda mestinya melawan diri Anda sendiri, bukan melawan orang lain.

Hidup Anda, Anda yang tentukan, bukan orang lain.

Apa yang Anda kerjakan saat ini, itulah yang akan Anda tuai kelak. (Mediapeneliti.com/Syamsul Azman)

Tinggalkan Balasan