Kategori
Pendidikan Tips

Makna dari Kepemimpinan dan Tips Menjadi Pemimpin Era Melenial

MEDIAPENELITI.COM – Zaman berubah, apakah manusia harus berubah juga? bagaimana dengan seorang pemimpin di era banyak perubahan seperti saat ini, apakah juga perlu berubah ? 
Saudara, zaman terus mengalami perkembangan, terlebih yang paling terasa semenjak pandemi Covid-19 ditemukan keberadaannya di Bumi. 
Semenjak virus tersebut menampakkan taring, semua yang ada di bumi berubah dengan sendirinya, mau tidak mau, siap tidak siap, harus berubah dan di Indonesia dikenal dengan sebutan New Normal. 
Sebagai pengantar, kami hanya mengambarkan keadaan sudah sangat berbeda saat ini, tidak masanya lagi seorang pemimpin santai. Tantangan menjadi pemimpin semakin berat dan dibutuhkan kesiapan mental. 
Dengan kemajuan teknologi, yang dulunya seorang pemimpin harus memimpin rapat langsung di depan anggotanya, kini sudah bisa lewat virtual atau berbasis daring. 
Perubahan zaman ini juga memudahkan siapapun untuk memberikan aspirasi, argumen di media sosial. 
Banyaknya pandangan serta argumen negatif menjadi tantangan baru bagi seorang pemimpin.
Seperti dikutip pada buku ‘Art of Leadership’ karangan Salsabiela, awalnya, kepemimpinan itu dikembangkan dalam dunia militer, karena sangat butuh mengenai pengetahuan tersebut. Tujuan utamanya adalah untuk memenangkan peperangan. 
Anda tahukan bagaimana disiplinnya para prajurit, dengan lingkungan yang selalu menjunjung disiplin dan kepemimpinan lebih mengarah ke otoriter dari atasan. 
Dalam dunia militer, terdapat istilah keperwiraan (officership). Perwira (officer) adalah orang yang berperan melaksanakan perintah atau komando. Oleh karena itu, perwira harus memiliki berbagai pengetahuan dan keterampilan demi tercapainya tujuan pelaksanaan tugas militer.

Pemimpin dan Perubahan

Pemimpin harus memiliki karakter yang kuat, tidak plin plan dan bijak dalam berkata pun mengambil keputusan, sering kan kita temui, orang bicara anti korupsi, buat ini, buat itu jika terpilih jadi pemimpin, namun pas dapat kesempatan, eeh berubah drastis, banyak ? 
Maka, pemimpin harus berkarakter, jangan berubah pendirian dan teguh dalam ucapan dan tindakan. 
Jika sulit menemukan orang yang selaras antara ucapan dengan perbuatan, maka hasilnya krisis kepemimpinan. Lalu bagaimana menjalani situasi yang demikian tidak menguntungkan itu? 
Caranya adalah kemampuan untuk berubah. Dengan menyusun taktik dan strategi untuk perubahan. Taktik itu tidak lagi dipahami dalam konteks perang, tetapi persaingan.
Jepang termasuk salah satu negara yang sukses beradaptasi dengan perubahan. Sebagai negara yang kalah perang, Jepang berhasi bangkit dan menjadi negara penguasa teknologi.
Banyak penelitian menyimpulkan bahwa rahasia sukses orang Jepang adalah filosofi tentang kaizen, yakni kiat dan keyakinan untuk selalu melakukan perubahan tanpa henti.
Banyak pemimpin yang korupsi, melakukan penyuapan, hingga Mewujudkan perubahan memang tidak mudah. Menurut prinsip Pareto, seruan perubahan biasanya hanya disetujui oleh sekitar 20% orang. Sisanya, sebanyak 80% cenderung menolak perubahan.
Dalam upaya mewujudkan perubahan itulah, peran kepemimpinan menjadi sangat penting. Nelson Mandela berjuang puluhan tahun demi memperjuangkan persamaan hak warga kulit hitam dan kulit putih di Afrika Selatan. la berhasil menjadi presiden Afrika Selatan. Kemudian, la menjadi to yang terkenal di dunia.
Kemudian kiat-kiat kepemimpinannya dipelajari. Salah satu yang ditemukan pada karakter kepemimpinan Mandela adalah hubungan visi dan aksi.
Dikatakan, orang tidak cukup hanya dengan memiliki visi. Jika hanya memiliki visi, maka orang hanya akan menjadi pemimpi di siang bolong.
Demikian pula orang tidak cukup hanya dengan melakukan aksi tanpa visi. Aksi tanpa visi hanya akan membuang waktu percuma. Hal yang dibutuhkan pemimpin untuk membuat sebuah perubahan, bahkan perubahan yang mendunia, 
Nelson Mandela mengatakan sebagai sebuah kemampuan yang bisa mengubah dunia.

Nilai-Nilai Positif

Kepemimpinan yang bagus ditunjukkan, antara lain oleh Julia Gillard, perdana menteri perempuan pertama Australia. la menguraikan konsep perubahan bagi Australia pada masa mendatang dalam pengantar buku putih Australia.
Banyak kalangan berpendapat, masa mendatang adalah milik Asia. Namun, ia meyakinkan masyarakat Australia bahwa “abad Asia itu” merupakan “kesempatan Australia”.
la mengajak seluruh warga negara Australia menggunakan kesempatan itu untuk dapat membawa kejayaan bagi Australia. Begitulah antara lain contoh pemimpin yang mampu memotivasi para pengikutnya.
Lalu, nilal-nilai positif apa saja yang tampak dalam kepemimpinan?
Berikut ini, hal-hal yang harus Anda perhatikan dan menerapkan jika Anda berkeinginan menjadi pemimpin. 
Tidak Egois
Anda tahu, sungguh tidak enak jika ada atasan sangat egois, mementingkan keinginannya tanpa memikirkan Anda, perasaan Anda ataupun apapun tentang Anda. 
Maka, jika Anda menjadi seorang pemimpin, cobalah untuk tidak jadi orang dicap egois. Karena kepemimpinan baik itu adalah bersifat mendukung bukan memaksakan kehendak. 
Terlalu besar ego sebagai seorang pemimpin sama halnya Anda sedang mengasah pedang untuk membunuh diri sendiri. Semangatnya sebuah kelompok mencerminkan semangat kepemimpinannya. 
Boleh saja sih egois, tapi objektif, misalnya pada pekerjaan yang memang harus diselesaikan, bukan pada kepribadiaan seorang pemimpin.
Sangat tidak baik memaksakan keinginan pemimpin yang bersifat pribadi untuk dikerjakan oleh orang lain, karena pemimpin yang sebenarnya meletakkan keinginannya pada urutan paling belakang setelah urutan-urutan menguntungkan bersama. 
Dengan kata lain, kepemimpinan membutuhkan keterbukaan terhadap perasaan orang lain dan bukan mengesampingkannya demi alasan “lebih mementingkan tugas”. Dalam cakupan yang luas, kesejahteraan para pengikutnyalah yang menjadi tugasnya.
Tanggung Jawab
Kepemimpinan erat kaitannya dengan tanggung jawab. Bila Anda memilih atau terpilih menjadi pemimpin, maka Anda harus bertanggung jawab dengan semua keadaan para anggota. 
Baik keadaan menguntungkan maupun keadaan merugikan, Anda mesti bertanggung jawab karena itulah arti kepemimpinan, mengambil resiko bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada lembaga. 
Melayani
Jangan berpikir jika Anda telah menjadi seorang pemimpin, maka Anda harus dilayani oleh semua orang, emang Anda raja? 
Coba berpandangan bahwa sebuah kepercayaan menjadi pemimpin itu sebagai sebuah pekerjaan. Pemimpin itu memberikan layanan bukan menerima layanan. 
Lebih tulus dalam bekerja, jika Anda bekerja baik, anggota menyenangi kepemimpinan Anda, maka ada peluang kedepan Anda bisa dipercayakan untuk jabatan lebih tinggi. 
Ingat, pemimpin itu bukan hanya ada satu kasta, tapi banyak kasta-kasta lain. 
Misalnya Anda berhasil melayani orang ketika menjadi seorang bupati, jika masyarakat merasa terlayani dengan kehadiran Anda, percayalah mereka akan memberi dukungan penuh pada Anda jika Anda ada keinginan menjadi gubernur, bahkan bisa saja mereka yang meminta Anda.
Loyalitas
Anda harus loyal dengan semua orang, maksudnya harus bisa bekerja sama menurut keadaan mereka, bukan menurut enak jidat Anda. 
Bekerjasama dan pahami keadaan anggota. Begini, kadang Anda harus melepas kaca mata kuda Anda, artinya hanya memandang dengan pandangan Anda sendiri. 
Sesekali coba pandang dengan mata mereka, maksudnya andaikan saja “Mereka jika aku suruh begini, sanggup tidak ya?,” atau “Pekerjaan ini bisa tidak dikerjakannya?” 
Setelah memikirkan hal tersebut, sebaiknya Anda tanyakan langsung pada orang bersangkutan, jika diberikan tugas demikian, apakah sanggup dikerjakan, tanyakan pula berapa lama bisa siap, bangun komunikasi baik dengan seluruh anggota, jangan sombong kali Anda. 
Logis
Lebih masuk akal bila menginginkan sesuatu pada anggota Anda. Misalnya Anda memerintahkan sesuatu, maka usahakan harus masuk akan yang dikerjakan. 
Jangan Anda suruh orang bekerja buat laporan misalnya, pekerjaan biasa satu minggu seharusnya siap Anda minta siap dalam satu hari. Itu gak masuk akal sekali, kan ? 
Selain itu jika sedang melakukan diskusi mengenai sebuah projek, cobalah menyampaikan ide-ide Anda dengan cara yang mengundang tanggapan cerdas.
Gunakan selalu akal sehat sebagai panduan. Akal sehat adalah kemauan untuk belajar dari pengalaman.
Memberi Dukungan
Dorong anggota Anda untuk terus berinovasi dan melakukan pembaharuan-pembaharuan, dukung mereka untuk terus maju. 
Anda sebagai pemimpin juga harus open mind, jangan hanya berpandangan satu arah, tapi coba berpandang dari segala sisi, kiri kanan depan belakang, kalau ada sudut, sudut pun terserah. Intinya jangan berpandang satu arah. 
Maksudnya jika anggota Anda maju, Anda merasa tersaingi atau merasa harus mematahkan semangatnya agar tidak terlalu maju, Anda sakit ? 
Berikan dukungan, baik bagi anggota yang berprestasi dan kurang prestasi. 
Bagi mereka yang kekurangan prestasi, Anda bisa memberikan semangat agar mereka bisa berubah, bisa lebih baik dan maju.  
Biarkan mereka belajar dari kesalahan. Terbukalah untuk kompromi. Jangan mengharap lebih dari hal yang bisa diberikan oleh pengikut Anda. Jika terpaksa, maka perluas cakrawala pandang mereka sedikit demi sedikit.
Jangan pernah melimpahkan pekerjaan yang Anda sendiri tidak mau mengerjakannya.

Yups, demikian Makna dari Kepemimpinan dan Tips Menjadi Pemimpin Era Melenial, Anda bisa mempelajarinya, terlebih era melenial ini sangat berbeda dari era-era sebelumnya. (Mediapeneliti.com/Syamsul Azman)

Satu tanggapan untuk “Makna dari Kepemimpinan dan Tips Menjadi Pemimpin Era Melenial”

Tinggalkan Balasan