Kategori
Pendidikan

Makna Hidup Dari Pandangan Kegelapan, Sebuah Cara Berpijak

MEDIAPENELITI.COM – Makna hidup dari pandangan kegelapan, sebuah cara berpijak adalah serta sebuah pandangan.

Menelaah makna dari hidup memang memiliki banyak persepsi, rata-rata manusia memiliki pendapat tersendiri terkait kehidupan yang ia jalani.

Hal demikian sangat wajar, karena setiap orang memiliki tujuan masing-masing yang akan dicapai.

Coba lihat sebuah rumah, didiami beberapa orang, meski tinggal satu rumah, bukan berarti ketika keluar dari tempat tersebut tujuan mereka sama.

Sama sekali tidak, seorang ayah mengendarai motornya menuju tempat kerja, anak membawa sepeda menuju sekolah, ibu membawa motor listriknya menuju pasar.

Demikian, memperlihatkan makna dan tujuan dari masing-masing manusia.

Meski semua pandangan berbeda-beda mengenai makna kehidupan, namun sebagian besar manusia pasti memiliki satu keinginan besar dalam hidup.

Yakni hidup damai dan tenteram, terlepas dari berbagai gejolak batin yang meronta-ronta.

Setiap manusia memiliki sisi gelap yang tidak diperlihatkan pada orang lain, mereka hanya bisa terlihat jika benar-benar telah memiliki hubungan yang begitu erat.

Namun, tidak selamanya yang gelap itu menyeramkan, karena mereka selalu berusaha menjadi lebih baik dengan terus belajar dan belajar.

Sehingga ketika mereka berhasil mencapai titik memahami makna kehidupan, merekalah orang-orang bijak.

Melihat dari tokoh-tokoh yang berjaya sampai saat ini, baik ia seorang filosof maupun para pemikir lainnya yang memberikan sumbangan pada dunia.

Sebelumnya mereka adalah manusia-manusia yang dipenuhi keresahan dan berbagai kegundahan melihat kehidupan yang membutuhkan perubahan.

Sehingga mereka berusaha menciptakan berbagai hal yang bisa memudahkan hidup manusia lain.

Yang demikian adalah makna hidup yang telah dicapai oleh para tokoh besar dunia.

Hidup adalah hidup

Hidup adalah hidup, artinya seseorang setelah diberikan nyawa oleh Yang Maha Kuasa, ia memiliki kewajiban untuk menunaikan amanah agar hidup sebaik-baiknya di dunia.

Tentunya, Yang Maha Kuasa ada alasan sehingga menghidupkan manusia pada bumi-Nya.

Untuk mencari tujuan mengapa diberikan nyawa memang bukan perkara mudah, bahkan sebagian orang tidak mengetahui tujuan hidupnya sampai ajal menjemput.

Sehingga, makna hidup benar hanya akan dipahami oleh orang yang benar-benar berpikir, mengenai tujuan dan makna hidupnya di bumi.

Mustahil Yang Maha Menciptakan manusia tanpa ada tujuan.

Muncullah ungkapan, tetaplah hidup meski tidak berguna.

Ungkapan demikian adalah kegelisahan karena sebagian orang belum mendapatkan makna dari hidupnya.

Hidup adalah cobaan

Hidup merupakan salah satu cobaan bagi manusia, dengan diberikannya nyawa, sehingga manusia dituntut untuk hidup dengan makna.

Diberikan kesempatan menjadi manusia, tentu ada tujuannya.

Karena, bisa saja Tuhan memberikan kehidupan sebagai makhluk lain, selain manusia.

Namun, Tuhan mempercayakan Anda menjadi manusia, tentu perkara demikian memiliki arti dan rahasia.

Mengaktualisasikan diri pada kehidupan, menjadi seseorang yang bisa bermanfaat pada orang lain, demikian adalah sebijak-bijaknya dalam hidup.

Jangan pikirkan apa yang terjadi pada nasib

Seperti ungkapan orang bijak yang menyebut, jika Anda terlahir dari keluarga biasa, itu bukan salah Anda.

Namun, jika Anda mati dalam keadaan biasa, maka itu salah Anda.

Saya sengaja menyebut hidup biasa, mengantikan ungkapan kaya, sebab menjadi kaya bukan segalanya jika tidak disertai dengan kebijaksanaan hidup.

Benar, manusia tidak bisa memilih lahir dari orang tua yang mana, tidak ada pilih memilih ‘kamu lahir dari keluarga kaya’ atau ‘kamu lahir dari keluarga miskin’.

Sebab, hal demikian bukan kuasa manusia.

Namun, manusia bisa mengubah nasibnya, dengan sebaik-baiknya dalam berusaha dan bercita-cita.

Manusia beragam bentuknya

Manusia tidak semua bisa mengerti apa yang engkau pikirkan atau yang engkau yakini.

Setiap manusia memiliki pandangannya tersendiri terhadap suatu hal.

Benar menurut Anda, belum tentu benar menurut orang lain.

Oleh karenanya, perbedaan pendapat bukanlah menjadi hal yang perlu diteriaki sampai urat leher terlihat.

Sehingga, memahami makna hidup mesti pula memahami manusia beragam, tidak hanya ada satu persepsi.

Mencari makna hidup bukan kesalahan orang lain

Hal yang sering terjadi masa kini adalah manusia saling menyerang manusia lain dan berusaha menguasai.

Seseorang yang belum memahami makna hidup, akan sering mencari kesalahan-kesalahan orang lain dan berusaha membenarkan diri sendiri.

Bercermin, sangat penting, sebelum mengatakan berbagai perkara terkait orang lain, patutnya seseorang mengembalikan pada diri sendiri.

“Apakah aku sudah baik, sehingga aku membicarakan orang lain demikian” adalah sebuah cara sebelum berkata yang tidak berdasar pada orang lain.

Kesimpulan

Makna hidup dari pandangan kegelapan, sebuah cara berpijak adalah bagaimana seseorang bisa memahami dengan seksama, bahwa setiap manusia memiliki tujuan hidup masing-masing.

Untuk memahami makna hidup dengan baik, maka yang perlu dilakukan adalah berusaha mempelajari diri sendiri.

Dari mengenal diri, sampai memberikan perhatian lebih pada diri sendiri agar memahami kelebihan dan kekurangan pribadi.

Makna hidup akan ditemukan, ketika seseorang menyibukkan dirinya berbenah dan berhenti mengurusi urusan orang lain.

Sebab, makna hidup yang sesungguhnya adalah bermakna bagi orang lain, tidak peduli dirinya besar maupun kecil.

Tidak peduli orangnya tampan atau jelek, karena yang menjadi tolak ukur hidup bermakna adalah ketika seseorang berguna bagi orang lain. (Mediapeneliti.com/Syamsul Azman)

Tinggalkan Balasan