Kategori
Pendidikan

Manfaat Membaca Bagi ‘Otak’ dan Pengembangan Diri

MEDIAPENELITI.COM – Apasih manfaat membaca ? sekarang yang sedang Anda pandang, apa manfaatnya untuk Anda ?

Jawab sendiri di dalam hati, atau jawab nanti setelah membaca habis di ruang komentar yang memang sudah kami sediakan untuk Anda.

Membaca, bagi sebagian orang yang sudah candu, jika tidurnya tidak dekat dengan buku, maka seperti ada yang kurang pada dirinya.

Bagi sebagian orang, tidak bisa jika jauh dari buku, sehingga jika sehari ia tidak memegang buku ‘sebatas memegang’ merasa yang hilang.

Namun, pada sebagian orang, jangankan membaca, baca judulnya saja ia tidak ingin, sukanya baca qoutes di Instagram dan media sosial lainnya.

Padahal, jika dirinya sering membaca, maka tentu saja ia bisa membuat qoutes-qoutes yang disenangi orang lain pula.

Membaca bukan hanya sekedar pada buku

Saat ini, membaca bukan hanya terpatok mesti buku yang dengan lembaran kertas, banyak bacaan-bacaan saat ini yang bisa diakses dengan gratis.

Seperti salah satu aplikasi yang menyediakan berbagai pilihan buku, yakni Ipusnas dan sebagainya.

Saat ini dengan kemajuan teknologi, mudahnya diakses berbagai informasi, semestinya menjadikan manusia lebih cepat mengakses berbagai pengetahuan baru.

Namun, nyatanya kemudahan yang telah tersedia bukan dipergunakan untuk kemajuan diri, sebagian hanya untuk mengisi waktu dengan konten-konten yang tidak berpengaruh banyak pada hidupnya.

Salah ?

Ya jawabannya kembali pada diri Anda sendiri, jika merasa benar dengan hal demikian, lanjut. Kalau Anda merasa salah, maka perbaiki dan kejar ketinggalan.

Sering dikatakan dan sering terdengar, membaca buku adalah jendela dari dunia.

Ungkapan demikian sepertinya mulai mengalami pergeseran, bukan hanya buku yang menjadi cerminan dunia, membaca Ebook, artikel-artikel bermanfaat lain, juga merupakan salah satu jendela dunia.

Jadi, kembali pada diri Anda sendiri, jika Anda anggap membaca penting bagi diri Anda, maka rajinlah membaca.

Jika Anda pusing membaca dan merasa mengantuk ketika mulai bercengkrama dengan bacaan, tutup bacaan Anda, dengarkan musik dan main game.

Tahukah Anda ? dunia ini juga butuh keseimbangan, jika semua orang di dunia ini pintar dan mahir dalam segala hal, maka untuk apa lagi namanya guru dan semacamnya.

Orang yang ‘merasa’ hebat dengan argumen tidak berkualitas masih dibutuhkan lho ?

Bahkan sebagian orang memelihara orang-orang begitu, mengapa ? karena orang demikian itu lebih mudah dikibuli dan dikuasai. hehe

Yowes, kita lanjut ke pembahasan inti, yakni terkait manfaat membaca.

Memperlambat proses penyakit Alzheimer

Anda tahu apa itu Alzheimer ? searching lah !

Kalau malas, ini baca, Alzheimer adalah penyakit progresif yang menghancurkan memori dan fungsi mental penting lainnya.

Membaca bagus untuk kesehatan otak, mengapa ?

Karena sering orang mengatakan ‘Pake otak!’ kalau marah.

Nah, untuk bisa makek salah satu organ penting pada tubuh itu dengan optimal, maka salah satu caranya dengan membaca.

Bahkan, sebut dokter, membaca merupakan salah satu cara menurunkan resiko protein beta amyloid ( asam amino yang sangat terlibat dalam penyakit Alzheimer) yang meningkatkan resiko Alzheimer.

Meningkatkan daya ingat

Jarang membaca maka akan mudah seseorang menjadi pelupa. Kadang suka heran, yang mengatakan sering membaca membuat seseorang mudah lupa, karena isi kepalanya penuh, ketawa boleh ?

Padahal, membaca adalah salah satu upaya yang bisa meningkatkan daya ingat.

Mengapa ?

Karena ketika membaca, otak mengurai kata-kata, selain itu neurobiologis memproses apa saja, baik itu gambar dan susunan kalimat.

Sehingga, sering terjadi setelah Anda membaca dengan fokus, hasil yang Anda baca tersemat di kepala dan memudahkan Anda untuk mengingat, jika bacaan itu pernah terbaca otak.

Selain itu, dengan membaca, Anda semakin mudah mengingat dan mengerti dengan suatu kondisi, karena pikiran telah terbiasa diajak untuk berpikir.

Meningkatkan kemampuan konsentrasi

Membaca dengan penuh konsentrasi, memudahkan pikiran Anda lebih mengerti mengenai berbagai hal dengan cepat.

Membaca pula bisa meningkatkan kemampuan konsentrasi, coba Anda lihat, ada tipe orang membaca harus sepi, tidak ada suara sedikitpun.

Ada pula orang membaca bisa disegala tempat dan ia dengan mudah hanyut dengan bacaannya, hingga orang tikam-tikaman di depannya pun ‘masa bodoh’ baginya.

Nah, salah satu manfaat dari membaca, yakni mudah untuk konsentrasi.

Semakin sering membaca, maka kemampuan berpikir dan konsenterasi akan kian terasah.

Meski sulit untuk konsentrasi bukan semata-mata karena kurang membaca, boleh jadi ada faktor lain, seperti adanya stres dan depresi.

Dua kondisi kejiwaan itu, menyulitkan Anda untuk berkonsentrasi.

Menurunkan risiko stres dan depresi

Selain menjadi penambah konsentrasi, membaca juga bisa menurunkan resiko mengalami stres dan depresi.

Orang yang terbiasa membaca, akan lebih mudah mengelola emosinya, apalagi bacaan-bacaannya sering pada pengembangan diri.

Anda percaya tidak, jika membaca lebih ampuh mengurangi tingkat stres daripada olahraga ?

Meski sebagaian orang berpendapat, bahwa stres dan depresi bisa dihilangkan dengan olahraga, namun ternyata, menurut penelitian, membaca lebih ampuh menghilangkan stres dan depresi daripada olahraga dan mendengarkan musik.

Jadi, jika ada yang mengatakan, membaca membuat stres, bisa saja sih, jika bacaannya tidak sesuai minat.

Misalnya ada orang yang kurang minat pada pelajaran berhitung, tiba-tiba disuruh membaca buku yang penuh dengan angka-angka, bukan hanya stres, muntah pun bisa.

Jadi, membaca penting, sesuai minat dan keinginan. Jika hobi baca novel, baca saja, pelajaran bukan hanya ada pada buku-buku pelajaran kok, pada novel dan berbagai cerita fantasi lain juga bisa diambil pelajaran.

Hanya berbeda cara menyampaikan isi pesannya saja.

Hiburan murah

Bukan hanya murah, malah dapat berkah.

Membaca buku sama seperti Anda berjalan ke tempat yang belum pernah Anda kunjungi namun karena membaca, Anda seolah sudah pernah mengelilingi suatu tempat yang diceritakan pada buku.

Misalnya begini, ada sebuah kisah yang mengangkat tema peperangan di Turki, Anda belum pernah ke Turki dan belum pernah ikut peperangan.

Namun, karena bacaan Anda menceritakan hal demikian, secara tidak langsung, ketika membaca, jiwa Anda terasa sedang berada di lokasi kejadian.

Parahnya melekat di otak, maka, meskipun belum pernah memijakkan kaki langsung ke lokasi, suasana di lokasi sudah bisa dibayangkan, lebih membekas daripada menonton film.

Meningkatkan kemampuan komunikasi

Salah satu perbedaan orang membaca dengan tidak, paling mencolok dari segi komunikasi.

Orang yang sering membaca, maka lebih mudah berkomunikasi dan kosakatanya juga lumayan banyak.

Kosa kata yang jarang terdengar namun didapat pada bacaan, secara tidak langsung mengubah cara berbicara Anda.

Selain itu, pola pikir seorang pembaca berbeda jauh dari orang yang kurang membaca.

Tidak perlu ambil contoh jauh, Anda lihat saja dikelas, jika ada teman Anda yang komunikasinya lancar, tertata, serta pola pikirnya bagus, itu tanda orang yang dekat dengan bacaan.

Namun, bukan berarti orang vokal dalam kelas, selalu berbicara, berarti ia sering membaca.

Kadang, ada juga badut di kelas, asbun (asal bunyi), baginya asal bersuara sudah hebat, padahal orang yang mendengar tertawa dalam hati.

Maka, tidak ada kesimpulan dari tulisan ini, tulisan ini tidak mengajak Anda untuk dekat dengan buku, tidak pula untuk menjauhi buku atau bacaan apapun lah namanya itu.

Satu lagi, banyak memperhatikan dan merenung adalah salah satu cara melihat mengimplemtasikan bacaan.

Karena semakin banyak yang diketahui, maka semakin sadar diri tidak tahu apa-apa. (Mediapeneliti.com/Syamsul Azman)

Tinggalkan Balasan