Kategori
Pendidikan

Masjid Haji Keuchik Leumiek, Bukti Kepedulian Saudagar Emas pada Islam

Ditulis oleh Syamsul Azman Yr

BANDA ACEH – Masjid Haji Keuchik Leumiek (HKL), merupakan masjid yang dibangun oleh Saudagar Emas Aceh, Haji Harun Keuchik Leumiek (Alm) dan putranya, berlokasi di Gampong Lamseupeung, Kecamatan Lueng Bata, Kota Banda Aceh.

Putra H Harun, H Kamaruzzaman, sekaligus Ketua BKM Masjid HKL, pada Gema Baiturrahman, Rabu (1/2) mengatakan, pembangunan masjid emas ini dananya berasal dari H Harun dan dirinya (H Kamaruzzaman).

Membangun masjid, adalah keinginan H Harun selama 20 tahun lamanya.

Masjid HKL diresmikan pada 28 Januari 2019 oleh Nova Iriansyah, kala itu menjabat sebagai Plt Gubernur Aceh. Sedangkan peletakan batu pertama pembangunan masjid pada 19 Juli 2016, proses pembangunan tergolong cepat, membutuhkan waktu 2,4 tahun.

Meskipun proses pembangunan cepat, H Harun memendam keinginan selama 20 tahun membangun masjid karena terkendala lahan.

Pembangunan masjid ini bisa disebut dilakukan secara tiba-tiba, setelah H Harun terinspirasi membangun masjid di lahan kosong seluas 2.500 meter.

Inspirasi itu muncul ketika H Harun sedang menunggu adzan Magrib berkumandang. Kala itu, beliau sedang duduk di tangga Balai Pengajian Haji Keuchik Leumiek, tanpa sengaja ia melihat lahan kosong lalu muncul inspirasi membangun masjid pada lahan itu.

Setelah mendapatkan inspirasi, H Harun langsung menceritakan ide tersebut kepada istri (Hj Salbiah), sang istri mendukung penuh, lalu H Harun turut menanyakan kepada putra beliau yakni H Kamaruzzaman.

Menyahuti keinginan ayahanda, H Kamaruzzaman mengatakan, apabila membangun masjid, setidaknya ada empat syarat yang mesti diperhatikan, yakni:

(1) Bangun masjid sebagus mungkin;

(2) Biaya pembangunan murni dari keluarga, atau tidak menerima bantuan sampai masjid selesai;

(3) Nama masjid diberikan nama Haji Keuchik Leumiek yakni ayahanda dari H Harun; dan

(4) Tidak memberitahukan kepada siapapun biaya pembangunan masjid.

Setelah diresmikan, ada beberapa kegiatan rutin Masjid HKL, yakni:

1. Pengajian rutin setiap malam Rabu, malam Jumat dan malam Minggu;
2. Dzikir setiap malam Sabtu setiap awal bulan;
3. Tablig akbar (waktu disesuaikan);
4. Kegiatan keagamaan lainnya.

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan