Kategori
Uncategorized

Pak Suriadin Noernikmat ?

Suriadin Noernikmat, nama yang tidak asing bagi masyarakat Aceh di Sumatera Utara, beliau merupakan tokoh yang perhatian dengan keadaan masyarakat Aceh di perantauan, sekaligus eks Ketua DPP Aceh Sepakat SUMUT.

Dalam kesempatan ini, saya tidak mengatakan hal-hal positif tentang beliau karena saat ini memasuki tahun politik.

Saya mengatakan beberapa hal tentang beliau, karena saya cukup mengenal beliau dan beberapa waktu lalu sering bersinergi dalam agenda ke-Aceh-an di Medan maupun di Sumatera Utara, dalam kapasitas beliau sebagai Ketua DPP Aceh Sepakat Sumut.

Sebelum jauh, izinkan saya memperkenalkan diri, nama saya Syamsul Azman, merupakan alumni UIN Sumatera Utara tahun 2017, jika ingat, dahulu di UIN SU, ada organisasi mahasiswa Aceh, yang dinamakan FORMA (Belakangan melebur menjadi IPTR/ mengikuti instruksi Pak Suriadin).

Pengurus FORMA UIN SU foto bersama dengan Pengurus DPP Aceh Sepakat SUMUT, setelah melaksanakan diskusi ke-Aceh-an. Foto diambil beberapa waktu lalu di Medan SUMUT

Pak Suriadin, bisa dikatakan sosok berpengaruh pada kami, semasa berstatus mahasiswa.

Bagi diri saya sendiri, Pak Suriadin masuk kategori sosok berpengaruh dalam perjalanan hidup, dari beliau, setidaknya ada dua sikap yang bisa saya jadikan panutan.

1. Mendengar

Beberapa kesempatan bertemu, saya memperhatikan Pak Suriadin selalu mendengar dengan seksama lawan bicaranya mengutarakan berbagai hal.

Saya melihat, sorot mata Pak Suriadin dengan perhatian mendengar apapun yang diucapkan lawan bicara.

Ia juga tidak memotong bicara orang lain, Pak Suriadin memberikan seluas-luasnya kesempatan kepada lawan bicara mengutarakan isi pikiran.

Hal ini juga terjadi pada kami ketika menjadi mahasiswa, ketika itu mencuat organisasi baru di Medan, yakni FORMA.

Tentu, jika dipikir, kehadiran organisasi baru yang membawa nama ke-Aceh-an akan mempengaharui beberapa aspek pada masyarakat Aceh di Medan, bahkan bisa menjadi tandingan organisasi lama.

Namun, Pak Suriadin tidak menilai kehadiran organisasi baru itu sebagai masalah, bahkan beliau mensupport, baik secara materi maupun dukungan berupa nasehat dan arahan.

Hal ini membuat saya dan rekan-rekan mahasiswa lain kagum, karena beberapa orang, menganggap Forma ini sebagai tandingan IPTR (Ikatan Pemuda Tanah Rencong) yang nyatanya dibentuk oleh M Noernikmat, yakni orang tua dari Pak Suriadin Noernikmat.

Tindakan beliau mengayomi meskipun berbeda organisasi membuat kami berhasil melaksanakan agenda-agenda besar (dalam ruang lingkup mahasiswa) pada masa itu.

Beberapa agenda seperti pelantikan, seminar, pelatihan, gotong royong serta dilibatkan dalam berbagai kegiatan DPP Aceh Sepakat, membuktikan beliau tidak memandang sebelah mata orang lain, meskipun berbeda organisasi.

Pengurus Forma dilibatkan dalam Maulid Raya DPP Aceh Sepakat Sumut
Forma ikut hadir dalam acara Maulid Aceh Sepakat Cabang Brandan
Pak Suriadin Noernikmat melantik kepengurusan Aceh Sepakat Cabang Brandan
Pak Suriadin dan tokoh masyarakat Aceh di Medan menghadiri Maulid Nabi di Medan Perjuangan

Pak Suriadin terus mendengar aspirasi kami ketika berstatus mahasiswa. Sikap beliau demikian membuat kami dengan sendirinya patuh dengan arahan-arahan beliau.

Sampai akhirnya, muncul wacana untuk meleburkan, Forma menjadi IPTR Komisariat UIN SU.

Wacana itu, kami rembukkan, kami bermusyawarah, setelah semua pengurus sepakat, akhirnya peleburan FORMA menjadi IPTR terlaksana.

Prosesi peleburan Forma menjadi IPTR Komisariat UIN SU

Jika bukan arahan dari Pak Suriadin untuk melakukan peleburan tersebut, tentu kami tidak akan mau tunduk pada organisasi lain, dengan berbagai capaian-capaian telah kami laksanakan.

Seperti, membuat seminar internasional yang melibatkan mahasiswa asing, menyalurkan bantuan ketika Gempa Pidie Jaya dan berbagai agenda-agenda lain yang mengatasnamakan Forma.

Ya, karena arahan Pak Suriadi, kami patuh dan tunduk, mengikuti arahan beliau untuk melebur menjadi IPTR Komisariat UIN SU.

Forma dengan mahasiswa dari Malaysia dan Thailand melaksanakan gotong royong pada kompleks kuburan di Medan Perjuangan

2. Memberi Peluang

Selain mendengar, sikap lain yang kami dapatkan dari Pak Suriadin adalah memberi peluang.

Sikap ini juga kami lihat dari Pak Suriadin, dalam kapasitas menjadi mahasiswa beberapa waktu lalu.

Saya teringat, ketika terjadi kebakaran di Bakongan Aceh Selatan tahun 2017 silam, DPP Aceh Sepakat dengan sigap menyalurkan bantuan dan langsung mengirim kami dari Medan mengantarkannya.

DPP Aceh Sepakat Sumatera Utara menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran di Bakongan Aceh Selatan tahun 2017 lalu

Info kebakaran waktu itu, saya sampaikan langsung kepada Pak Suriadin melalui pesan WhatsApp.

Saya tidak berharap lebih, karena dalam pikiran saya, beliau bukan orang Aceh Selatan, dalam pikiran saya, mana mungkin mau dibantu-bantu maksimal, karena kejadian bukan di daerah sendiri.

Ternyata, yang terjadi diluar ekspektasi saya, Pak Suriadin mengumpulkan semua pengurus DPP Aceh Sepakat Sumut untuk membahas penyaluran bantuan ke Bakongan.

Saya tidak bisa berkata-kata, saking gembira dan haru, mulut saya bahkan tidak bergumam apa-apa, hanya hati saya yang terus merasa bahagia.

Ternyata, meskipun beliau bukan orang Aceh Selatan, bukan orang yang daerahnya terdampak bencana, beliau tetap peduli dan langsung mengerahkan pasukan untuk turun memberikan bantuan untuk meringankan kesedihan masyarakat Aceh Selatan yang kehilangan tempat tinggal.

Cerita ini harus saya sampaikan. Apalagi saat ini, saya mengetahui bahwa Pak Suriadin ingin berbuat lebih banyak untuk masyarakat.

Jiwa sosial dan peduli terhadap orang lain ini, membuat hati saya tergerak untuk menceritakan pengalaman saya ketika bersama beliau beberapa waktu lalu dalam berbagai kegiatan di Medan.

Jika dipikir, meskipun beliau tidak mengikuti kontestasi pemilihan legislatif 2024, kehidupan beliau sudah cukup mapan.

Dengan berbagai usaha beliau, Pak Suriadin saya yakini tidak akan berbuat curang, jika diberikan kepercayaan oleh masyarakat.

Selamat berjuang Pak, kami yakin orang baik akan selalu diberikan tempat untuk berbuat kebaikan.

Salam.

 

Satu tanggapan untuk “Pak Suriadin Noernikmat ?”

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan