Kategori
Pendidikan

Pemikiran dan Aksi Politik Nurcholish Madjid

MEDIAPENELITI.COM – Nurcholish Madjid merupakan tokoh Indonesia yang pemikirannya berperan penting dalam membentuk arah bangsa.

Pemikir Islam ini atau akrab disapa Cak Nur, memberikan perhatian pada kondisi keumatan dan berpandangan modern mengenai keadaan bangsa dan keislaman.

Berikut ini, pemikiran Nurcholish Madjid sebagaimana dikutip dari buku Agama dan Negara Analisis Kritis Pemikiran Politik Nurcholish Madjid ditulis oleh Muhammad Hari Zamharir. 

Seorang pemikir dipengaharui oleh lingkungan yang ada, namun selanjutnya ia menjadi berusaha mempengaharui orang lain ‘pembangunan politik’ suatu masyarakat.

Seperti yang dialami oleh Nurcholish Madjid, karena jika ditelaah, dirinya bukanlah seorang ‘ilmuwan politik’ pun bukan seorang aktor politik Tanah Air.

Namun, pemikirannya mengenai politik sangat dibutuhkan dalam perkembangan politik di Indonesia.

Nurcholish Madjid membawa kita dalam pemikiran dasariah manusia, yakni makna hidup.

Dasar pemikiran ini bisa berupa hal yang dipandang sebagai pusat maupun dasar dari kehidupan.

Setiap orang memandang sesuatu sesuai ilmu yang dimilikinya, bila seseorang itu cendikiawan, maka pandangannya berdasarkan pengetahuan dan berbagai teori yang berkaitan.

Sedangkan bagi para orang awam, melihat sesuatu sesuai yang disampaikan kepada dirinya.

Hal serupa juga diberikan Nurcholish Madjid, sebagai seorang cendikiawan, ia juga memberikan pandangan politik, yang lebih mengarah pada teologi yakni teologi mengarah pada teologi liberal, pemikirannya bisa dikatakan hampir sama dengan Gur Dur yang digolongkan dalam pemikiran Neo-Modernis dengan ciri-ciri:

  1. Gerakan bersifat progresif (menerima modernitas dan pembangunan);
  2. Barat modern tidak dilihat dari ancaman, namun mencari nilai Islam untuk meluruskan modernitas Barat;
  3. Membuka peluang bagi bentuk tertentu ‘otonomi duniawi’ dalam berbangsa dan bernegara;
  4. Cara pemahaman Islam yang terbuka, toleran dan inklusif.

Dalam pendekatannya, Nurcholish Madjid menawarkan bahwa para ilmuwan haruslah menembus batas formalitas.

Ia juga menuliskan akar-akar teologis untuk sikap keterbukaan, sikap moderat dan konsep dasar toleransi yang merupakan pokok pandangan para filosof.

Dalam segi politik, pada tahun 1980-an, Nurcholish Madjid bisa dikatakan anti-politik, namun pada tahun 1990-an, Nurcholish Madjid terlibat dalam politik. (Mediapeneliti.com/Syamsul Azman)

 

 

Tinggalkan Balasan