Kategori
Pendidikan

Pemimpin Milenial Begini Ciri dan Sifatnya

MEDIAPENELITI.COM – Zaman semakin berkembang, bukan semakin mundur, benar ?

Banyak perkembangan-perkembangan yang terjadi bahkan tidak disadari, bila Anda tidak sadar maka akan lupa diri, jauh tertinggal dan disebut gaptek. 

Apalagi bagi Anda seorang milenial, Anda, ya Anda yang sedang baca ini, bisa menjadi seorang pemimpin milenial, jika tidak bisa menjadi pemimpin orang lain, setidaknya pemimpin diri sendiri.

Era semakin berkembang, menuntut kaum milenial untuk menyadari perubahan yang sangat jauh berbeda dari sebelumnya.

Bahkan, perubahan tersebut tiap detik dan sangat cepat.

Anda seorang milenial dan berharap menjadi seorang pemimpin milenial, bagaimana caranya memimpin milenial lain yang kebanyakan bersikap apatis ?

Mengutip dari buku ‘Art of Leadership’ karangan SalsabielaPemimpin milenial yakni orang yang mampu memengaruhi dan mengarahkan orang lain serta pengikutnya untuk mencapai tujuan bersama.

Jenis-Jenis Pemimpin Milenial

Ilustrasi pemimpin era milenial.
Foto : Pixabay
Pemimpin autokratis

Ini pemimpin paling memuakkan, mengapa ? sifat pemimpin seperti ini selalu mengandalkan kekuasaan dan kekuatannya.

Selain itu pemimpin ini keras mempertahankan prinsip meski prinsipnya salah, ia dibenci pengikutnya karena suka memerintah dan memaksa kehendak.

Pemimpin Tidak Peduli

Jenis ini memberikan kebebasan berlebihan pada pengikutnya. Bahkan tidak terlibat sama sekali dalam kegiatan anggota.

Semua pekerjaan dan tanggung jawab diberikan pada pengikut, ia hanya duduk santai menunggu hasil.

Tidak ada pengawasan, wibawa, ada dirinya antara ada dan tidak ada.

Pemimpin paternalistik

Pemimpin ini merasa seperti orang tua, sering memberi nasehat meski tidak diminta.

Menganggap pengikutnya tidak lebih tahu dari dirinya. Terkadang selalu berkomunikasi seperti orang tua, memberikan perintah dan bersikap kaku.

Pemimpin demokratis

Nah pemimpin ini yang asik, karena berpartisipasi dalam organisasi, terbuka bagi segala pendapat, mau mendengar pendapat pengikut.

Ia juga memberikan saran, ide membangun melalui diskusi serta menghargai para pengikutnya.

Pemimpin terbuka

Pemimpin ini hampir sama seperti pemimpin demokratis sih, tapi jika mengambil keputusan lebih banyak menurut keinginannya.

Meskipun pengikutnya tidak setuju dengan keputusannya, ia bodo amat dengan pendapat pengikut.

Pemimpin yang Ideal dan Tidak

Berikut ciri-ciri pemimpin yang tidak ideal :

Hanya memerintah

Mentang-mentang jadi pemimpin, Anda memerintah sesuka hati, Anda pikir Anda raja ?

Jika Anda seorang milenial melakukan cara begini, percayalah para pengikut Anda yang milenial lain akan muak pada Anda.

Mengapa ?

Karena kaum milenial tidak suka mengurus kesibukan orang lain dan tidak suka disuruh mengurus urusan yang bukan urusannya.

Ciptakan komunikasi dua arah untuk memimpin para milenial dan berikan perintah sesuai tupoksinya.

Jarang berdiskusi

Pemimpin buruk biasanya tidak suka bicara maupun berdiskusi dengan pengikutnya.

Namun anehnya, mereka menuntut agar orang lain solid, tapi dirinya sendiri tidak bisa merangkul pengikutnya.

Padahal kesolidan sebuah tim banyak berpengaruh dari seorang pemimpinnya.

Jika pemimpin sering berbicara dan mengajak tukar pikiran dengan para pengikut, perlahan-lahan suasana dingin akan hangat.

Tidak memberikan kepercayaan

Pemimpin akan lebih baik jika memberikan kepercayaan pada pengikutnya.

Karena ini bisa meningkatkan kepercayaan diri para pengikutnya.

Tidak memuji

Bukan tidak banyak para pemimpin yang tidak memuji para pengikutnya karena gensi.

Padahal tindakan memuji adalah salah satu cara mencairkan suasana yang beku dan para pengikut lebih merasa termotivasi.

Konflik

Jika pengikut Anda menghadapi masalah dengan orang lain, hadirlah membantunya.

Jangan biarkan ia menghadapi masalah sendirian, karena Anda juga memiliki peran, terlebih jika pengikut tersebut bermasalah karena membawa lembaga atau organisasi yang Anda pimpin.

Hadirlah dan bantu ia menyelesaikan masalah, itu lebih baik daripada menyalahkannya.

Tidak terbuka

Hubungan baik dengan kelompok yang berbeda perlu dibina. Jika Anda merupakan pemimpin yang tertutup dan tidak membeberkan kehebatan kelompok Anda, maka itu menandakan bahwa Anda bukan termasuk pemimpin yang baik.

Tidak bertanggung jawab

Jangan menyerahkan semua tugas pada pengikut, karena tugas harus dikerjakan bersama-sama.

Untuk membuktikan Anda pemimpin baik, maka ikut sertakanlah diri Anda dalam kegiatan kelompok.

Tidak visioner

Pemimpin tidak memiliki visi maka tidak akan berkembang, bahkan tidak akan memberikan pengaruh pada kelompok.

Dengan adanya visi, maka kelompok Anda akan lebih berenergi dan memiliki tujuan yang lebih jelas.

Gagal memimpin diri sendiri

Sebelum bisa memimpin orang lain, terlebih dahulu Anda harus bisa memimpin diri sendiri.

Bagaimana jadinya Anda bisa memimpin orang lain, sedangkan diri Anda sendiri tidak bisa Anda pimpin.

Mengandalkan masa lalu

Jangan mengandalkan masa lalu Anda pada pengikut. Terlebih para milenial ini, paling muak mendengar masa lalu tapi tidak berefek pada masa depan.

Politicking

Memang sulit memimpin yang terperangkap dengan politik.

Pemimpin sulit objektif jika ada kaitannya dengan hubungan politik. Maka, meskipun Anda ada hubungan dengan politik, coba berikan keputusan tanpa adanya unsur kepentingan politik.

Tidak percaya diri

Pemimpin yang tidak percaya diri sering putus asa dan membuat keputusan secara tiba-tiba.

la tidak memikirkan konsekuensinya saat membuat keputusan.

Sifat-Sifat Pemimpin

Sifat-sifat kepemimpinan dalam kelompok yang penting untuk dimiliki oleh setiap pemimpin adalah sebagai berikut:

Motivator

Dengan bisa memotivasi pengikut, Anda bisa mengerakkan para pengikut dengan baik.

Kemampuan ini sangat dibutuhkan oleh pemimpin, karena dengan bisa memotivasi, para pengikut akan sukarela melakukan pekerjaannya tanpa merasa berat hati.

Komunikator

Penting sekali pemimpin bisa berkomunikasi baik pada pengikut.

Agar yang Anda harapkan bisa tercapai dan dikerjakan dengan baik oleh pengikut.

Bayangkan bila Anda menugaskan membuat kopi misalnya, tapi karena komunikasi tidak tercapai, malah Anda dibuatkan tuak, mabuk lah.

Komunikasi baik itu sangat penting dalam sebuah organisasi.

Terlebih bagi seorang pemimpin, membutuhkan kemampuan ini.

Selain untuk keberhasilan dalam memimpin, komunikasi dengan baik pun begitu berpengaruh pada wibawa seorang pemimpin.

Pemberi kepercayaan

Berikan kepercayaan pada pengikut, selain untuk melihat kemampuan pengikut, Anda pun bisa melatih pengikut agar lebih bisa menyelesaikan tugasnya sendiri.

Tujuan lainnya yakni para pengikut merasa dipercayai dan berusaha memberikan yang terbaik pada Anda dan organisasi maupun lembaga.

Penanggung jawab

Pemimpin yang bertanggung jawab sangat dibutuhkan, karena Anda telah dipercayai oleh pengikut untuk memimpin dirinya.

Anggap saja kesalahan yang dilakukan pengikut adalah kesalahan Anda sebagai pemimpin.

Berhasil tidaknya pengikut sebenarnya dari Anda sebagai pemimpin, jika Anda tidak memberikan arahan yang tidak cukup baik, maka bukan salah pengikut mengerjakan asal-asalan.

Maka, pemimpin harus benar-benar memberikan perhatian lebih pada berbagai hal yang berkaitan dengan lembaga maupun organisasi yang ia pimpin.

Demikian pembahasan kita mengenai menjadi pemimpin di era milenial. 

Anda mau jadi pemimpin ?

(Mediapeneliti.com/Syamsul Azman)

Tinggalkan Balasan