Kategori
Pendidikan

Rumah Ibadah Megah di Abdya, Masjid Agung Baitul Ghafur

Menjadi daya tarik baru di Aceh Barat Daya, masjid satu ini menyedot perhatian  warga untuk datang, baik untuk melaksanakan ibadah sampai mengabadikan momen berpergian.

Masjid Agung Baitul Ghafur (MABG) terletak di Desa Seunaloh, Kecamatan Blangpidie Aceh Barat Daya (Abdya).

Dibangun di atas lahan seluas 2,4 hektare (ha) masjid ini milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Abdya, diresmikan oleh Bupati Akmal Ibrahim SH pada 11 Februari 2020 lalu.

Sedangkan pembangunannya dimulai dari tahun 2010, ketika Akmal Ibrahim SH menjabat Bupati Abdya periode pertama 2007-2012.

Masjid Agung Baitul Ghafur berukuran 60×80 meter dengan dua lantai, untuk aktivitas pelaksanaan ibadah (shalat fardhu) dilakukan di lantai dua, dengan daya tampung mencapai 4.200 jamaah.

Selanjutnya lantai dasar masjid difungsikan sebagai aula, selain itu pada lantai dasar juga difungsikan menjadi Kantor Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah, Sekretariat UPTD Masjid Agung, Baitul Mal dan Badan Kemakmuran Masjid (BKM).

Sebelum diresmikan pada tahun 2020, pembangunan masjid sempat terbengkalai sekitar 6 tahun atau sejak tahun 2012, setelah pembangunan menyerap anggaran sekitar Rp 10 miliar untuk pondasi dan tiang.

Pembangunan dilanjutkan setelah Akmal Ibrahim terpilih kembali menjadi Bupati Abdya periode kedua Masa Jabatan 2017-2022.

Untuk biaya pembangunan lanjutan, dana yang dibutuhkan mencapai Rp 33 Miliar. Sehingga apabila dijumlahkan, dana pembangunan pertama sampai dengan kedua sebesar Rp 48 Miliar.

Lalu, pada tahun 2021, Pemerintah Abdya kembali mengalokasikan dana Rp 2 Miliar, untuk biaya  pemasangan pagar besi pengamanan teras sekeliling lantai dua masjid, serta pagar pengaman taman masjid.

Kemegahan Masjid kebanggaan warga Abdya ini juga bisa dilihat dari hamparan halaman masjid, yang dipasang batu granit dan terdapat pula air mancur lengkap dengan lampu berwarna.

Menjadi destinasi religi, MABG Abdya pula menarik minat bagi pasangan pengantin baru untuk prosesi akad nikah.

Masjid ini juga sering dijadikan backgroud pasangan pengantin baru untuk mengabadikan momen post wedding (foto setelah menikah).

Wisatawan juga menyempatkan diri singgah dari perjalanan untuk melihat kemegahan masjid ini, bisa terlihat karena suasana masjid jarang sepi.

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan