Kategori
Tips

Tips Berdamai dengan Diri Sendiri

MEDIAPENELITI.COM – Tips berdamai dengan diri sendiri.

Setiap orang punya sisi dari masa lalu yang tak dapat ia ceritakan pada siapapun.

Biasanya, pengalaman pahit yang paling sulit dilupakan akan menjadi bom waktu yang bisa meledak kapan saja bila ada pemicu.

Entah tiba-tiba menangis kesedihan atau marah marah tanpa alasan. Padahal sudah dewasa, sudah tidak boleh ke anak-anakan.

Mengapa terkadang muncul perilaku dan sikap demikian? Ketahuilah, ada saatnya emosi Anda sedang kelelahan.

Berbicara tentang “self-healing” tidak lari jauh dari pembahasan tentang unfinished business (hal yang belum terselesaikan dimasa lalu).

Misalnya Anda pernah di buli oleh teman, atau (maaf) Anda mungkin pernah menjadi korban pelecehan seksual atau terlibat dalam trauma kecelakaan yang merenggut nyawa orang tersayang.

Semua peristiwa tragis yang tak menyenangkan akan terus terpendam oleh perasaan sehingga menumbuhkan luka yang dalam.

Sekarang, kita akan belajar cara menyembuhkannya melalui metode “Self-Healing”, nih. Simak dulu ya.

Mengenal self-healing

Self-healing adalah sebuah proses untuk menyembuhkan diri dari luka batin.

Self-healing berguna untuk menyelesaikan unfinished business yang berakibat pada kelelahan emosi seseorang.

Jika anda mengalami luka batin dan belum yakin untuk berkonsultasi dengan Psikolog Klinis, maka mulailah mengobati diri sendiri dengan cara berikut ini :

Memaafkan diri sendiri dan orang lain

Orang yang mengalami luka batin biasanya akan sulit menerima dirinya ditengah masyarakat dan lingkungan sosial.

Mereka akan selalu merasa bahwa diri mereka kecil dan tidak sebanding dengan orang lain.

Mulailah Anda bersikap menarik diri dari lingkungan dan membentuk benteng pribadi, sehingga cenderung menjadi pribadi anti-sosial.

Jika Anda benar-benar optimis untuk menyembuhkan luka batin secara autodidak, maka mau tidak mau Anda WAJIB memaafkan diri sendiri dan juga orang lain.

Ingatlah, apapun yang terjadi dimasa lalu biarlah ditempatkan dimasa lalu saja.

Memaafkan berarti memberi peluang kedua kepada diri Anda untuk terus berkembang dan mulai lagi menggali potensi yang ada.

Memaafkan juga berarti menghapus dendam, dengan begitu Anda akan berhenti fokus pada keinginan untuk menghancurkan hidup orang yang menyakiti Anda dan mulai fokus pada pengembangan potensi diri Anda sendiri.

Berbicara pada diri sendiri (self-talk)

Tahukah anda bahwa motivasi intrinsik (dari dalam diri) berdampak lebih besar pada pengembangan kinerja diri berbanding dengan motivasi ekstrinsik (dari luar)?

Setiap kali menghadapi masalah, tentu yang membelenggu sekaligus menghantui alam bawah sadar Anda adalah tentang kejelekan dan keburukan diri.

Kalimat-kalimat seperti “Aku tidak berguna”, “lebih baik aku mati saja”, “Aku memang pecundang” dan kata-kata negatif lainnya mulai berbisik halus meresap alam bawah sadar Anda dan berujung menciutkan mental yang sebelumnya sedikit kental.

Nah, hati-hati apabila Anda sudah mulai membangun mental pecundang. Anda mungkin sedang mengalami fase awal keterpurukan.

Cobalah berbicara pada diri sendiri. Bisik hal-hal positif pada diri anda bahwa, “Aku akan baik-baik saja”, “Aku kuat. Aku pasti bisa melewati ini.”, “Sabar dulu yuk. Usaha lagi.”

Self-talk juga merupakan bagian dari Terapi Rasional Emotif (TRE), maka cara kerja self-talk tidak berbeda dengan cara kerja TRE.

(Plus, Anda tidak perlu mengeluarkan uang banyak buat terapi jika Anda berhasil melakukannya sendiri)

Berdasarkan pendapat para ahli psikologi, dapat disimpulkan bahwa hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan positive self-talk ialah harus menggunakan kalimat positif, jujur, realistis dan tidak boleh membohongi diri sendiri.

Lakukan olahraga secara rutin

Olahraga adalah alternatif pelampiasan emosi negatif secara positif. Buat Anda yang tipikal anak rumahan, Anda bisa saja berolahraga di rumah.

Jika Anda senang dengan aktivitas outdoor, jenis olahraga adventurous seperti hiking, mount climbing, dan lari marathon bisa anda coba.

Melakukan olahraga rutin dapat membuat Anda seketika lupa akan beban pikiran dan luka batin yang belum usai.

Alasannya, saat jantung Anda bekerja ketika olahraga, maka otomatis konsentrasi pikiran tidak akan terfokus pada urusan yang membuat Anda stres.

Selain dapat mengalihkan pikiran, manfaat olahraga seperti aerobik juga dapat meningkatkan ketahanan kardiovaskular, sehingga nantinya Anda dapat bersikap tidak terlalu berlebihan dalam menyikapi suatu masalah.

Melakukan hal yang menyenangkan

Terlalu fokus pada luka batin dan permasalahan masa lalu membuat Anda terkadang lupa untuk belajar bahagia.

Tidak sedikit orang yang menolak daripada menerima dirinya sendiri dan berusaha menjadi orang lain.

Berujung, mereka melakukan hal-hal yang sebenarnya bukan “passion” mereka.

Lakukanlah hal-hal yang menyenangkan hati Anda misalnya dengan menulis atau menggambar.

Anda juga harus lebih bijak dan selektif menentukan passion meski tidak harus memaksakan diri mengikuti trend.

Temukan dulu passion anda, dimulai dengan melakukan hal-hal yang anda senangi, kemudian fokus pada hal yang membahagiakan tersebut, seraya secara perlahan melepas diri daripada belenggu masa lalu.

Bagaimanapun, Anda perlu belajar bagaimana memanfaatkan passion menjadi pekerjaan yang menyenangkan.

Lihat saja kisah pelukis Belanda aliran post imperionisme, Vincent Willem van Gogh. Ditengah kesedihannya, Van Gogh adalah pejuang yang tidak goyah melawan demi membuat karya.

Tentu saja karena pelukis Van Gogh telah lebih awal menemui passion yang membuat ia lupa akan masalahnya, dengan mengalirkan emosi lewat lukisan.

Nah, kalau Anda bagaimana?

Makan coklat, atau makanan yang manis-manis

Tahukah Anda? Saat mengkonsumsi cokelat, zat Endorfin akan dipicu oleh cokelat untuk dilepaskan dalam tubuh kita.

Zat Endorfin memiliki fungsi menjadikan kita nyaman dan menghilangkan stres.

Perasaan menyenangkan dihasilkan oleh hormon dopamin sebagai respons atas mengkonsumsi cokelat. Tetapi awas, hindari mengkonsumsi cokelat sebelum tidur.

Seseorang yang mengkonsumsi cokelat sebelum atau mendekati waktu tidur cenderung mengalami insomnia karena sensitif terhadap kafein yang terkandung dalam cokelat tersebut.

Seberat apapun masalah Anda, pastikan Anda tidak lupa untuk berdamai dengan diri Anda sendiri, karena jiwa yang kacau adalah senjata ampuh yang memakan diri.

Segera cari solusi, dengan menggunakan metode self-healing diatas. Semoga bermanfaat. (Mediapeneliti.com/Fatimah Zuhra)

 

 

 

 

 

 

Oleh admin

Anda bisa terhubung dengan kami di Instagram @mediapeneliti

Satu tanggapan untuk “Tips Berdamai dengan Diri Sendiri”

Tinggalkan Balasan