Kategori
Tips

Tips ‘Biar Nganggur tapi Keren’

MEDIAPENELITI.COM – Tips ‘biar nganggur tapi keren’. Menjadi pengangguran tentunya merupakan mimpi ngeri setiap orang, terutama lulusan sarjana Covid-19, nih. Benar tidak?

Nah, tentu saja setelah sidang online dan segala macam syukuran… yang masih membelenggu pikiran adalah peluang karir dan masa depan.

Peluang melamar kerja pada masa pandemi begini seolah buram. Karyawan biasa pun sudah banyak yang beralih status menjadi pengangguran dan ganti profesi berjualan online.

Masa iya lulusan Covid-19 dengan hanya pengalaman magang bisa langsung diterima kerja tanpa pakai orang dalam? Eh

Tenang, tidak salah menjadi pengangguran sementara, selama Anda masih punya strategi dan perencanaan. Apa yang dilihat dari kaca mata orang-orang, tidak lebih penting dari apa yang Anda ketahui tentang potensi diri Anda sendiri.

Berikut saya berikan beberapa tips agar Anda bisa tetap keren meski sedang ‘meng-anggur’. Simak dulu ya!

Belajar lagi

Eh, sudah sarjana kok harus belajar lagi? Ihhh bosan amat disuruh belajar lagi. Maunya tuh uang uangg uanggggg!

Tenang, tenang. Haha

Selama bergelar pengangguran, Anda tetap bisa mencari uang dengan strategi dan kreativitas yang Anda punya.

Misalnya jika Anda mau punya penghasilan, maka belajar cara cepat mendapatkan income dengan mendaftar seminar dan coaching terkait marketing, investasi, saham, pajak, entepreneurship dan banyak lagi.

Kenapa harus belajar dulu? Ya karena jika Anda langsung ‘cemplung’ tanpa ilmu maka proses Anda mendapatkan cuan akan lebih lama.

Bayangkan saja jika Anda langsung mulai berjualan online tanpa tau cara jualan yang benar, maka Anda akan sulit mencari pelanggan.

Betapa tidak? Orang lain sudah mulai jualan menggunakan 10 strategi marketing, Anda baru satu; promosi di grup WA. Duh, jaman begini mainnya jangan WA lagi dong!

Buka instagram, buat akun bisnis, buat konten bagus, terus promosi deh jualannya setiap hari. Cari tau strategi marketing, belajar investasi, cari relasi, dan jangan mudah rapuh sama persaingan.

Belajar lagi cara bersaing dengan baik dan benar!

Buka jasa atau bikin start up

Idih, ngomongnya se-gampang itu. Memang bikin perusahaan bisa dalam waktu sekejap?

Jelas tidak dong. Roma saja tidak dibangun dalam waktu satu malam. Apalagi start up! Memang butuh perjuangan panjang.

Nah, maka selama Anda masih nganggur nih, selain cuman makan tidur dan nonton drakor doang… kenapa tidak mencoba bikin start up?

Benar sih tidak gampang, tetapi jika Anda tidak melewatkan poin pertama tadi… seharusnya Anda sudah mulai belajar. Jika belum, ayo segera!

Oke deh jika bikin start up memang se-ribet itu (walaupun tidak juga), Anda bisa juga buka jasa nih.

Katakanlah Anda jago dibidang design grafis, maka buka jasa design poster, flyer, baju kaos, logo start up orang lain, atau apa saja yang bisa Anda kerjakan dengan kemahiran yang Anda punya.

Selain itu, jika Anda berkecimpung di bidang Bahasa, seperti Bahasa Arab atau Bahasa Inggris, Anda bisa buka jasa translate online atau review jurnal dan lain-lain.

Banyak peluang yang bisa Anda coba. Hanya saja, Anda harus mulai dari sekarang. Jangan tunggu besok, ‘promosikan’ kemampuan yang Anda punya sebelum peluang yang ada keburu direbut orang. Ayo!

Cari pengalaman

Kan masih nganggur nih ceritanya? Kenapa tidak Anda memanfaatkan waktu yang ada dengan mencari pengalaman?

Anda bisa menjadi relawan ngajar, ikut jadi panitia pada event besar, menjadi trainer atau asisten dosen, atau setidaknya bantu-bantu di toko milik keluarga (kalau punya toko).

Eh, tapi itu kan ‘kerjaan-nya’ anak mahasiswa? Saya sudah sarjana loh kak!

Hehe, santai dulu. Namanya juga mencari pengalaman kan ya..

Tidak melulu harus di perusahaan besar, Anda bisa melamar kerja sebagai guru les, atau jika belum diterima dimana-mana tempat les, mulailah dengan menawarkan jasa sebagai guru les privat (home tution).

Sekarang banyak loh orangtua yang butuh bantuan home-tution teacher buat ngajar anak-anak mereka dirumah. kan lagi pandemi begini gak mungkin manggil guru sekolahnya kemari. hehe

Hari begini harus kreatif dong ya. Jika Anda masih merupakan anggota aktif sebuah komunitas atau organisasi, lakukan sesuatu yang dapat menghasilkan cuan melalui posisi/jabatan anda disana.

Anda bisa berjualan online melalui instagram organisasi, kemudian cari relasi dari kader-kader di pelbagai penjuru Indonesia hingga luar negeri. Promosikan dagangan Anda, entah itu buku dakwah atau cemilan sehari-hari.

keuntungan? Gampang, nanti bisa dinegosiasi.

Organisasi yang sudah lumayan eksis dan terkenal biasanya lebih terpercaya dan banyak pengunjungnya berbanding jika Anda berjualan di akun pribadi. Secara tidak langsung, Anda juga dapat menambah relasi.

Top up ibadah

Kita itu bicara tidak boleh soal dunia melulu, apalagi uang. Iya tau, nganggur sih nganggur… tapi ibadah tidak boleh kendur!

Manfaatkan waktu pengangguran Anda dengan meningkatkan ibadah yang selama ini masih pada tahap biasa saja.

Jika dulu tidak sempat solat duha karena kuliah pagi, sekarang mulailah solat duha rutin setiap hari.

kalau sebelumnya solat tahajud jarang sekali akibat begadang menyiapkan skripsi, sekarang mulailah tidur awal dan usahakan bangun sebelum subuh dini.

Kalau mau rezekinya lancar, perbaiki lagi hubungan sama pemberi rezeki.

Jika sebelumnya baca al-Qur’an selembar sehari, Sekarang sudah bisa mulai membaca satu juz per hari. Pelan-pelan… jika belum bisa menghafal, mulailah dengan belajar tahsin lagi.

Bagaimana jika hafazan sudah mantap, ibadah sudah rajin, dan soal-soal agama sudah tidak perlu lagi diingatin? Nah, mulailah mengajar. Mengabdi pada tempat Anda belajar.

Lamar kerja sebagai guru TPA misalnya, atau menjadi panitia masjid. Belajar cara azan yang baik dan benar. Simak ceramah subuh setiap pagi dan bersih-bersih halaman masjid di sore hari.

Siapa tau bulan baik di hari yang baik, giliran Anda yang dilamar menjadi imam solat fardhu atau penyampai materi kuliah subuh. Nah.

Biar keren, bangun. Jangan kebanyakan tidur!

Saya sering melihat caption story teman-teman di tempat saya itu ketika pamer foto siap sidang, begini; “kabeh saboh masalah” (baca : sudah selesai satu masalah).

Entah masalah mana yang dimaksud, apakah kuliah atau skripsi yang dianggap masalah? Pastinya bukan terkait pekerjaan, karena selama kuliah mungkin keuangan masih lancar.

Ingatlah teman-teman, sarjana itu adalah sebuah titik mula Anda melangkah ke dunia kerja yang sesungguhnya (jika belum bersedia lanjut S2).

Anda akan semakin banyak dihadapkan pada pilihan-pilihan yang membuat pusing kepala.

Berujung, Anda akan lebih banyak tidur ketimbang bangun (karena realita tak seindah mimpi). wkwkwq

Nah, beban yang dulu hanya seputar tugas kuliah, laporan magang, jadwal sidang, skripsi-an sekarang menjadi lebih banyak.

“Kapan nikah? Kerja apa? Ga lanjut S2? Sekarang ngapain aja?” dannnn lebih banyak pertanyaan-pertanyaan ‘nyesek’ lainnya harus bersedia Anda dengar.

Jangan panik. Pelan-pelan tetapi tetap jalan. Mulai pikir strategi jitu buat mengejar mimpi-mimpi yang belum sempat tercapai. Bagaimana caranya? Baca disini.

Selamat menjadi pengangguran sementara, tetapi jangan lama. Jobless + gak ada uang jajan itu berat, Anda gak akan kuat!

Segera atur strategi. Bangun, jangan tidur lagi! (Mediapeneliti.com/Fatimah Zuhra)

 

 

 

 

Oleh admin

Anda bisa terhubung dengan kami di Instagram @mediapeneliti

Tinggalkan Balasan