Kategori
Tips

Tips Membujuk Paling Ampuh, Introvert juga Bisa Bicara Depan Umum

MEDIAPENELITI.COM – Tips bicara selanjutnya mengenai ‘Tips Membujuk Paling Ampuh, Introvert juga Bisa Bicara Depan Umum’ yakni tips bicara yang membahas lanjutan dari tips sebelumnya mengenai berhasil bernegosiasi. 

Terkadang menjadi seorang introvert memang membutuhkan keberanian yang lebih agar bisa bicara depan umum. Bila Anda seorang introvert, kemungkinan besar Anda tidak menyukai tempat yang ramai orang, bukan ? 

Lalu, bagaimana caranya berbicara di depan umum sedangkan Anda sendiri tidak menyukai tempat yang ramai, bisa sampai berkeringat dingin jika diharuskan berbicara, bibir bergetar-getar, suhu badan tiba-tiba menjadi dingin, telapak tangan mengeluarkan keringat, benar ? 

Nah, sebenarnya meskipun Anda seorang introvert sekalipun, Anda bisa menjadi pembicara yang handal di depan orang ramai, bagaimana caranya ? 

Makanya simak penjelasan kami dari awal, kami sengaja membuat pertopik pembahasannya, untuk sementara kita membahas topik publik speaking. Maka buku ‘Bicara itu Ada Seninya’ karangan Oh Su Hyang mesti kita kupas tuntas, agar ilmu yang terkandung dalam buku tersebut bisa kita ambil, serta bisa diaplikasikan pada kehidupan sehari-hari 

Berikut ini tips bicara di depan umum sekaligus teknik membujuk yang bisa diterapkan. 

Bicara Depan Cermin 

Berbicara yang paling baik adalah berbicara dengan gaya persuasif, yakni berbicara yang bisa menggerakkan hati pendengar dan menggiring mereka melakukan keinginan Anda. 

Anda tidak perlu berbicara berenergi seperti penyiar, terpenting adalah kemampuan Anda dalam berbicara dan membujuk lawan bicara dengan ucapan yang berkesan. 

Tidak mudah memang menjadi seorang pembicara yang bisa membuat para pendengar langsung menangguk dengan ucapan Anda. 

Harus berlatih berbicara di depan cermin, cobalah Anda bicara di depan cermin seolah-olah Anda sedang berhadapan dengan lawan bicara. Boleh jadi Anda akan berbicara terbata-bata, itu sudah wajar, namun jangan mudah menyerah, teruslah berlatih sehingga Anda bisa menguasai diri dan memiliki ketenangan berbicara di depan umum. 

Empat Mantra Meningkatkan Rasa Percaya Diri

Ada empat mantra atau bisa dikatakan sebagai sumpah yang harus diucapkan tiap hari di depan cermin. 

Cobalah di depan cermin rumah Anda, jangan di rumah tetangga, kapak terbang hasilnya bukan bisa bicara. Serius, coba Anda berdiri di depan cermin rumah Anda, mulailah ucapkan beberapa sumpah ini, lakukan setiap hari sampai tips ini bisa menyatu dengan diri Anda dan terbawa ke pikiran bawah sadar Anda. 

Saya memberi salam dan berbicara sambil tersenyum.

Prof. James V. McConnell dari Jurusan Psikologi, Universitas Michigan berkata seperti ini tentang senyuman, “Senyuman membuat manajemen, pengajaran, atau penjualan lebih efektif dan membuat orang lebih bahagia dalam mengasuh anak. Wajah yang tersenyum lebih bermakna besar daripada wajah yang masam.”

Profesor Nicolas Gueguen dari Fakultas Socio-Cognitive Psychology, Universite de Bretagne Sud, Prancis memaparkan hasil percobaan menariknya dalam buku 100 Petites Experiences En Psychologie Du Consommateur.

Hasil percobaannya ialah dengan meminta seorang pelayan di bar untuk membawakan minuman yang dipesan pelanggan dengan tersenyum. 

Ternyata pelayan tersebut mendapatkan tips tiga kali lebih banyak daripada pelayan yang mengantar makanan tanpa memberi senyuman. 

Kesimpulan Profesor Gueguen, bahwa orang yang tersenyum, akan terlihat lebih cerita dan lebih aktif. 

Setelah senyum, berikan salam seperti Penulis drama dari Inggris, George Bernard Shaw. 

Dahulu, dirinya adalah anak yang pemalu dan tertutup sehingga takut bila bertemu orang.

Namun, setelah ia berlatih selalu tersenyum berjumpa dengan orang dan memberikan salam, perlahan-lahan dirinya menjadi orang yang periang dan aktif. 

Saya berbicara sambil menatap dan dengan lafal yang tepat.

Agar berbicara menjadi lebih berkesan, tataplah lawan bicara Anda dengan seksama dan pusatkan perhatian Anda kepadanya. 

Jangan sampai lawan bicara Anda mengira Anda tidak peduli pada dirinya, atau lawan mengira Anda tidak respek kepada dirinya sehingga berbicara buang muka. 

Namun bila Anda kurang kuat menatap tatapan matanya karena ada pelangi di bola matamu, bukan melantunkan lagu. Jika Anda tidak kuat menatap matanya, maka jangan buang muka atau menatap ke jendela, ke langit-langit, pintu, awan, atau apapun lah yang disekitar Anda. 

Anda cukup menatap alis, ujung hidung, atau dahinya.

Lalu, bicaralah dengan intonasi yang jelas dan lafal yang tidak membinggungkan pendengar. 

Jika Anda bicara dengan jelas, memudahkan pendengar memahami yang Anda sampaikan, serta pesan bisa dipahami seperti keinginan Anda bukan menimbulkan pendapat yang berbeda-beda. 

Saya berbicara dengan jelas dan percaya diri.

Anda harus berbicara dengan percaya diri agar pendengar percaya dengan yang Anda ucapkan. Baik itu memberi pujian dan salam, ucapkanlah dengan percaya diri, maksud percaya diri ialah Anda berbicara dengan jelas dan tidak terbata-bata. 

Bila memberikan pujian pada orang lain, tapi terdengar yang Anda ucapkan seperti ragu-ragu dan terbata-bata, maka pujian itu kehilangan efeknya, percuma saja kan?. 

Terlebih bila Anda berbicara di depan umum, rasa percaya diri adalah nyawanya. Bila berbicara di depan umum namun Anda terbata-bata dan tidak jelas menyampaikan pesan, percayalah Anda sedang mempermalukan diri sendiri, memberikan diri untuk dihina para pendengar. 

Hindarilah kalimat seperti “Saya banyak kekurangan” atau “Bahannya memang biasa saja.”

“Jangan beri tahu musuh tentang kematianku,” ingatkah Anda dengan ucapan Jenderal Lee Sun Shin tersebut? Jika Anda ingin menang, jangan pernah ungkapkan kelemahan Anda. Lawan bicara akan termakan ucapan Anda jika Anda berbicara dengan jelas dan percaya diri.

Saya mengubah ekspresi dan gerakan tubuh sesuai isi ucapan.

Bila Anda memperhatikan orang tua berbicara dengan anak-anaknya, maka Anda akan melihat mereka melakukan beragam ekpresi dan gerakan tubuh ketika berbicara. 

Saat mengatakan “Putra Ibu hebat” atau “Putri Ibu cantik,” seorang ibu akan membelai kepala, mengusap-usap pundak. 

Mengapa orang tua melakukan seperti itu? 

Karena mengungkapkan rasa sayang terhadap anak mereka tidak hanya cukup dengan ucapan. Mereka menggunakan sentuhan agar sang anak benar-benar merasa sedang dipuji dan disayangi. 

Bila Anda berbicara di depan umum, atau di depan lawan bicara, bila tidak mungkin menyentuhnya, maka pergunakanlah gestur Anda untuk memperlihatkan kesungguhan ucapan Anda. 

Tertawalah saat menceritakan sesuatu yang menyenangkan dan kepalkan kedua tangan saat menunjukkan keyakinan yang kuat. Berbicara dengan mengerakkan anggota badan seperti memberikan kesan pada pendengar bahwa Anda menguasai seluruhnya yang Anda sampaikan. 

Sehingga, selain terkesan dengan ucapan Anda, para pendengar bisa tertarik dengan gerakan badan atau ekpresi Anda ketika berbicara. 

(Mediapeneliti.com/Syamsul Azman)

Oleh admin

Anda bisa terhubung dengan kami di Instagram @mediapeneliti

Tinggalkan Balasan