Kategori
Tips

Tips Mengatasi Kemandekan Batin

MEDIAPENELITI.COM – Tips mengatasi kemandekan batin.

Pernahkah Anda secara tiba-tiba hilang semangat pada suatu hal yang sudah sering Anda lakukan? Misalnya pada profesi atau pekerjaan yang sedang Anda kerjakan sekarang.

Studi mengungkapkan bahwa punca hilangnya rasa cinta dan semangat dalam melakukan pekerjaan yang sudah lama kita tekuni adalah karena adanya kemandekan dalam diri kita (development process).

Anda tidak dapat mencintai pekerjaan yang Anda lakukan apabila dalam diri Anda masih terdapat konflik diri yang belum selesai.

Apabila Anda masih bergelut dengan perang batin atau belum bisa berdamai dengan konflik batin, maka dinamika batin Anda akan mandek.

Begitu dinamika batin mandek, maka akan mudah muncul kebencian, rasa lesu dan tidak bersemangat pada pekerjaan atau profesi.

Nah, bagaimana cara mengatasi kemandekan batin ini? Beberapa tips dibawah mungkin bisa Anda coba.

Menaikkan standar prestasi

Kalau tahun kemarin Anda punya keinginan untuk bekerja di kantor bergengsi dan tahun ini sudah Anda capai, maka saatnya untuk Anda menaikkan lagi standar keinginan ke tahap yang lebih tinggi.

Baik itu menjadi karyawan contoh atau mendapatkan promosi jabatan, yang pasti standar keinginan Anda tidak boleh mandek pada satu standar tertentu.

Eh tapi… kalau keinginan kita terlalu tinggi dan belum bisa tercapai, bagaimana?

Tenang, agar keinginan Anda tidak menjerumuskan Anda dalam kesia-siaan, maka para ahli SDM memberi saran agar standar prestasi dapat Anda rumuskan dengan mengacu pada formula SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time bounds) yaitu :

Spesfik (jelas/khusus)

Target, tujuan dan standar prestasi yang ingin Anda raih haruslah jelas, utuh, dan berbentuk kesimpulan tunggal pada Anda.

Contoh :

Target umum : “saya harus mengincar beasiswa”

Target spesifik : “saya harus mengincar beasiswa LPDP S2 melalui jalur afirmasi dengan tujuan University of Adelaide pada tahun 2022”

Measurable (dapat diukur)

Apabila Anda sudah punya target goals yang spesifik, Langkah selanjutnya adalah mengukur progress dari target Anda, apakah semakin dekat mencapai target atau apakah target tersebut terlalu tinggi untuk dicapai?

Selain itu, dengan mengukur target, Anda juga dapat menentukan langkah-langkah selanjutnya dari fakta yang sudah ada.

Achievable (dapat dicapai)

Pastikan Anda meletakkan standar prestasi yang ingin Anda raih, pada tahap yang dapat Anda capai.

Ibarat anak tangga, jika Anda berada pada anak tangga ketiga, sangat memungkinkan Anda ingin melangkah pada anak tangga keempat, tetapi sangat mustahil jika Anda ingin melangkah pada anak tangga ke-10 langsung.

Relevant (sesuai)

Mimpi, cita-cita dan standar yang Anda berikan pada diri Anda sendiri haruslah memiliki tingkat relevan yang tinggi dengan keadaan diri Anda untuk membangkitkan motivasi diri.

Tidak mungkin Anda langsung bercita-cita menjadi seorang doktor, sementara Anda tidak kuliah di jurusan kedokteran.

Nah, standar atau target yang Anda tetapkan harus benar-benar sesuai dengan pencapaian Anda sekarang.

Time bounds (batas waktu)

Nah, setiap Anda punya target, tentukan juga batas waktu atau jangka waktu Anda dapat mencapai target tersebut.

Contoh : Anda ingin meraih beasiswa LPDP dalam waktu dua tahun kedepan, maka dari sekarang Anda harus melakukan setiap tahapan untuk mencapai target sesuai batas waktu dua tahun yang Anda tetapkan.

Keinginan itu sama seperti pisau. Jika ia tidak pernah Anda tajamkan (dalam artian tidak pernah Anda naikkan), maka ia akan membuat langkah Anda mandek.

Tahukah Anda? Salah satu hal yang membedakan karyawan yang mandek pada satu posisi tertentu dengan karyawan yang terus berkembang maju adalah keinginan untuk berprestasi.

Tetapi awas, jika Anda menaikkan keinginan sembarangan tanpa melewati proses dan tahapan yang jelas, maka akan berujung sia-sia. Oleh itu, naikkan standar prestasi Anda secara teratur dan fleksibel.

Menambah Bekal dan Persiapan

Berapa banyak orang yang punya keinginan yang tinggi tetapi terlalu takut atau tidak mau mempersiapkan diri? Benar, ada banyak sekali.

Sadarlah, bahwa untuk mewujudkan keinginan yang kian bertambah, Anda juga harus membuat persiapan dan menambah bekal kearah mewujudkan standar Anda yang makin tinggi, seperti dengan mengikuti pelatihan, seminar, menambah gelar, pengalaman dan keahlian.

Seorang pelatih atlet, Bear Brydant pernah berkata, “semua orang pasti punya keinginan untuk menang, tetapi sayangnya hanya sedikit orang yang mempunyai kemauan untuk mempersiapkan kemenangan.”

Nah, oleh itu mulailah menambah bekal Anda dari sekarang. Jika belum menemukan caranya, mungkin Anda bisa mengikuti tiga saran dari Bill gates sebagai “kunci untuk berhasil di berbagai usaha”, yaitu:

  1. Berada pada posisi yang tepat setiap saat. Caranya? Anda harus selalu mempersiapkan diri.
  2. Memiliki visi (gambaran pikiran) yang menjelaskan tentang kemana arah dari usaha kita.
  3. Lakukan sesuatu dengan cepat dan massif.

Menambah Tindakan

Untuk mencapai standar yang lebih tinggi dapat kita lakukan dengan pelbagai cara, antara lain:

  • Menambah jumlah aktivitas yang kita lakukan dengan melakukan kerja lebih keras juga lebih cerdas.

Misalnya, jika target Anda adalah mendapatkan uang yang banyak, maka Anda bisa menambah pekerjaan Anda dari satu kerja menjadi dua atau tiga pekerjaan.

Sambilan menjadi guru les, Anda juga bisa berjualan online atau membuka jasa menterjemah Bahasa. Intinya, lakukan lebih dari satu pekerjaan rutin yang sebelumnya Anda lakukan.

  • Menaikkan kecerdasan (gunakan cara yang lebih cerdas dalam bekerja). Meski aktivitas Anda tidak bertambah, tetapi Anda dapat menerapkan cara yang lebih cerdas lagi untuk mendapatkan hasil yang lebih banyak.

Misalnya dengan menggunakan metode yang lebih cepat dan praktis dalam menyelesaikan pekerjaan Anda, dengan hasil yang tetap memuaskan.

  • Mengganti model aktivitas yang Anda lakukan. Cobalah inovasi dengan model kerja yang lebih update dan praktis, maka sangat memungkinkan Anda dapat menambah hasil pencapaian sasaran, tanpa merasa mandek dan bosan.

Ada banyak cara agar batin Anda terlepas dari kemadekan dan rasa bosan. Stephen Covey bahkan mengingatkan kita bahwa jika kita terus melakukan sesuatu yang sama dengan cara yang sama, maka kita sebaiknya jangan pernah mengharapkan hasil yang berbeda.

Ayo, atasi kemandekan batin dengan praktik formula di atas dan belajar untuk mencintai pekerjaan Anda lagi. (Mediapeneliti.com/Fatimah Zuhra)

 

 

 

 

 

 

 

Oleh admin

Anda bisa terhubung dengan kami di Instagram @mediapeneliti

Tinggalkan Balasan