Kategori
Pendidikan

Tujuan Kepemimpinan dan Cara Mencapainya, Milenial Harus Tahu

MEDIAPENELITI.COM – Sebelum memilih menjadi pemimpin, ada baiknya Anda tahu tujuan kepemimpinan dan cara mencapainya, apalagi Anda seorang milenial.

Anda seorang milenial, harapan semesta ke depan dan memegang kendali atas bumi.

Zaman berganti bukan ?

Sudah saatnya bumi ini aturannya dibuat oleh milenial. Namun tunggu dulu, milenial bukan berarti anak-anak yang suka nge-game tanpa memikirkan dunia.

Milenial yang kita maksudkan yakni milenial yang peka terhadap perubahan, tidak masalah jika suka nge-game tapi perhatiannya pada dunia lebih besar daripada game-nya.

Pun bukan berarti milenial harus berusia muda, orang-orang dewasa yang berpikiran milenial juga sangat berpengaruh pada generasi milenial yang akan datang.

Langsung saja kita coba bahas mengenai tujuan kepemimpinan serta cara mencapainya.

Mengutip dari buku “Art of Leadership” karangan Salsabila, terbitan tahun 2020.

Tahukan Anda jika kepemimpinan itu adalah salah satu seni untuk menciptakan pemahaman yang sama.

Kepemimpinan itu bersifat universal dan merupakan suatu gejala sosial.

Dalam mengelola jalannya sebuah organisasi, perlu dipilih seni, gaya, teknik, dan metode kepemimpinan yang tepat.

Kepemimpinan perlu dilaksanakan dengan kemampuan pemimpin yang mampu mengemban misi, mewujudkan tujuan bersama, serta menggerakkan organisasi dan manusia di dalamnya.

Saling Menghargai

Pemimpin bisa saja memberi kesempatan pada para anggota untuk berkreasi dan inisiatif diri sendiri, sehingga merasa memiliki tanggung jawab.

Tindakan seperti ini bisa menjadikan para anggota Anda merasa memiliki organisasi dan bertanggung jawab untuk kemajuannya.

Berhasil atau tidaknya pemimpin bisa dilihat dari cara memberi masukan pada anggota.

Dalam hal inilah, diperlukan suatu kepemimpinan yang memperhatikan aspek kemanusiaan agar masalah-masalah yang terkait dengan para pengikut dapat ditangani secara efektif oleh pemimpin.

Kepemimpinan merupakan satu sifat, kemampuan proses, atau konsep yang ada pada seseorang, sehingga dipatuhi dan diikuti dan orang lain bersedia melakukan dengan ikhlas.

Pimpinan harus dapat memberikan memberikan contoh yang baik, jujur, adil berdisiplin, mematuhi segala ketentuan dan peraturan yang telah ditetapkan.

Tidak semua pengikut memiliki persepsi, ketaatan, kepatuhan atau gairahan yang sama. Di antara mereka, tentu ada yang melakukan penyimpangan, sehingga pemimpin harus mengendalikannya.

Dengan demikian, kepemimpinan menjadi sangat besar pengaruhnya karena didukung oleh faktor-faktor karakteristik pribadi sang pemimpin.

Kepemimpinan berupaya menciptakan generasi hingga jauh ke depan, melampaui keterbatasan periode waktu dari masa kepemimpinan itu sendiri.

Kepemimpinan harus dimulai dengan menyiapkan ide besar. langkah-langkah operasional, memahami situasi dengan melakukan analisis masalah dan tantangan, dengan metode yang baik. Selanjutnya, bersama-sama menyiapkan berbagai langkah solusi yang kreatif dan inovatif.

Mencapai Tujuan Kolektif

Kepemimpinan harus menciptakan sebuah tujuan yang diyakini secara kolektif dan pantas untuk diperjuangkan menjadi tujuan bersama.

Berpikir maju ke depan dan berupaya mencapai tujuan adalah konsep besar dalam sebuah kepemimpinan.

Oleh karena itu, sebuah ide besar tidaklah berarti apabila tidak disertai semangat menciptakan nilai kolektif, yaitu untuk kemajuan bersama.

Kepemimpinan bertujuan menciptakan keadilan bagi semua pihak dan kesejahteraan yang bersifat universal.

Namun, kesadaran harus dimulai dari puncak.

Pemimpin harus mampu memberikan teladan bagi orang-orang di sekitarnya.

Kepemimpinan tidak hidup di ruang hampa yang statis kepemimpinan hidup dalam ruang dan waktu yang dinamis, serta bergerak dalam interaksi berbagai ide dan pikiran.

Pemimpin adalah orang yang penuh ide brilian, inovatif, pekerja keras, mencari solusi, dan pengambil risiko serta keputusan yang ulung.

Orang-orang di sekitar pemimpin adalah orang-orang yang bekerja bersama.

Mereka tidak bekerja untuk seseorang, melainkan untuk kemajuan dan kepentingan kolektif melalui peran masing-masing secara profesional.

Oleh karena itu, keteladanan pertama pemimpin dengan menunjukkan konsistensi dan keteguhan dalam mencapai tujuan bersama tersebut, serta memberikan sikap keterbukaan dan ruang bagi setiap orang untuk maju dan berkontribusi.

Keteladanan menjadi sebuah gaya hidup dan sikap yang viral, yang tumbuh jauh melewati batas waktu dan ruang.

Disinilah, kepemimpinan mulai menuai hasil, yaitu melihat para calon pemimpin lainnya tampil.

Selain itu, pemimpin harus mau dan mampu mendelegasikan pekerjaan dengan efektif kepada pengikutnya demi tercapainya tujuan bersama.

Masalahnya, sebagian besar pemimpin menunjukkan karakter menyerahkan seluruh tanggung jawab kepada pengikut.

la Juga forget to delegate, yakni mengerjakan semua pekerjaan sendiri, dan enggan mendelegasikan pekerjaan kepada bawahan.

Kedua tipe pemimpin itu dianggap tidak efektif.

Tipe pertama adalah pemimpin yang terbiasa melempar tanggung jawab kepada orang lain.

Sedangkan, tipe kedua adalah pemimpin yang tidak memiliki kepercayaan kepada pengikutnya.

Sehingga, la merasa bahwa semua pekerjaan harus dikerjakan sendiri.

Delegate and forget, la mendelegasikan pekerjaan, lalu melupakannya, pilihan yang terbaik adalah pendelegasian secara efektif.

Cara itu akan membantu pemimpin mengoptimalkan seluruh sumber daya untuk mencapai hasil yang lebih baik.

Dengan melakukan delegasi secara efektif, la dapat memfokuskan dirinya pada tugas dan tanggung jawabnya untuk kinerja yang terbaik dibandingkan jika la melakukan seluruh pekerjaannya sendiri.

Bahkan, dengan melakukan delegasi lecara efektif, kepemimpinannya pun menjadi terasah.

A great person attracts great people and knows how to hold them together. -Johann wolfgang von Goethe-

Orang yang hebat akan menarik perhatian dari orang hebat lainnya dan tahu cara mempertahankan mereka. (Mediapeneliti.com/Syamsul Azman)

Oleh admin

Anda bisa terhubung dengan kami di Instagram @mediapeneliti

Tinggalkan Balasan